Selasa, 03 Agustus 2010

Kau Tahu Kau Hebat


Tidak semuanya indah seperti mimpimu ketika kau membuka mata.
Mawar yang kau genggam mungkin akan tersisa durinya saja saat kau terjaga. Melukai jarimu yang lentik yang ingin kudekap. Tetapi cobalah, kau masih merasakan harum mawarnya.
Selalu ada rasa mengalah dan benci pada satu sisi.
Padahal bibir bilang aku mencintaimu.
Kalah bukanlah halangan untuk kemudian menang dan mencekiknya dengan fakta-fakta.
Kalah cuma sandungan kecil yang meleceti kakimu tapi tak membuat berdarah. Yang nanti bisa kau kasih lihat ke ibumu supaya dia mengelus kepalamu dan bilang jangan menangis.
Selalu ada rasa putus asa saat ujung jarimu tak mencapai jam dinding padahal kau ditugaskan membetulkannya.
Menangislah jika kau mau.
Kamu bisa menangis di kamar kalau tak mau orang lain tahu. Nyalakan musikmu keras-keras dan lemparkan dirimu ke kasur hangat seperti adegan yang sering kau lihat di sinetron.
Pipi yang basah membuatmu lega, membuatmu merasa segala duri sudah mencair meleleh dan keluar lewat mata. Kemudian kau bisa menghapusnya.
Sungguh masih ada tangga-tangga yang menantimu supaya kau bisa naik ke loteng dan melihat langit.
Melihat hamparan horison bergaris lurus yang sempurna tanpa bengkok. Menuliskan nama dan mimpimu di atas garis lurusnya seperti buku dengan huruf latin yang tak putus-putus.
Di loteng kau bisa menangis lagi. Tentu saja sekarang tak akan ketahuan karena angin akan langsung membawa air matamu jatuh ke belakang.
Menitik seperti gerimis pada hidung orang yang lewat. Yang kemudian menyangka akan segera turun hujan dan berlari kecil ke halte terdekat.
Tak sepantasnya kau merengek mengembik seperti orang kekurangan pangan, sementara di meja makanmu ada daging dan sayur kacang yang lezat. Kau hanya kehilangan satu mimpimu yang aku yakin suatu saat nanti akan terpental lagi kepadamu. Asal kau tak lupa saja sehingga saat dia hadir nanti kau bisa memeluknya hangat-hangat dan mempersilakannya minum teh. Kemudian kau mewujudkannya.
Aku mencintaimu meski kau tak bisa membetulkan jam dinding.



Asrama Bimbel Perhimak 2010, setelah pengumuman UMB

(ini saya versi serius loh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar