Minggu, 19 Desember 2010

Unyuuuu (what the maksud?)

Ulalaa, golnya om Gonzales unyu sekali.
Saya nggak peduli arti kata unyu itu apa, pokoknya golnya unyuuuu~
Haha.

Aduh aduh maap ya sebenernya saya tadi nggak mau mengawali postingan dengan kalimat kayak gitu.
Saya mau mengungkapkan rasa bersalah saya karena sudah beberapa hari labil sampai-sampai nggak ada niatan posting lagi.
Salahin tuh tugas-tugas yang nauzubillah banyaknya, saya jadi nggak sempet lagi buat cetak-cetuk di sini.

Padahal saya kangen sekali menulis, kangen ngomong nggak jelas.
Eniwei, kalo saya nulis, saya jarang sekali liat layar, cuma liatin keyboard aja. Setelah selesai baru liat hasil tulisannya. Makanya suka ngakak sendiri karena tulisan saya super aneh -___-.

Sudah dulu ah, nggak konsen.
I'll be back soon...cling!

Kamis, 02 Desember 2010

Present

Dulu saya pernah punya gantungan kunci beruang coklat yang lucu, namanya Cije.
Sayang dia udah rusak, jadinya saya nggak pakai lagi. Istirahatlah Cije :)

Beruang itu lucu, tapi saya belum pernah liat beruang betulan jadi nggak tau juga sih.
Boneka beruang itu super cute.
Gemes.
Saya pengen punya. haha.

namanya Brawson:


yang ini Cuddly:


kenalkan, Minky:


halo, Snuffles:


yang ini Bunky:


super cute Cubbins:


ini blue Babitt:


kalau yang ini namanya Gordy:


last but not least, Nolan:


Banyak ya, dan mereka semua super imut.
Aaaah, saya pengen punya semuanya.
Tapi saya lebih suka kamu saja yang pakai pita di leher dan jadi kado buat saya. ahahahaha..(sudah gila).

Minggu, 28 November 2010

Grief

duka seperti mendung di atas kepala
menggelayut seperti kabut
lalu memudar luruh
tapi kita bisa lari darinya
atau mendekam disana selamanya



selamat jalan pahlawan tanpa tanda jasa
bapak Mujiman dan bapak Wahyudi
semoga amal ibadah beliau diterima di sisiNya
maaf saya dulu murid yang bandel :')

Kamis, 25 November 2010

Today is My Day

bismillahirrohmanirrohim :)

Dengan perasaan yang setengah setengah, saya umumkan bahwa hari ini saya berusia 20 tahun.
Sudah tua ya?
Saya senang, karena ini berarti Alloh masih sayang banget sama saya dengan memberikan keberkahan usia hingga saat ini.
Ini berarti saya semakin dewasa.
Ini berarti saya memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Tapi saya sedih juga.
20 tahun berarti sudah bukan belasan, sudah kepala dua.
Sudah waktunya mandiri.
Sudah berkurang lagi jatah saya hidup saya di dunia ini.
Sudahkah saya menabung dengan cukup?

Hmm...saya bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Saya hanya bisa berjanji untuk menjadi lebih baik segala-galanya.
Lebih dekat kepadaNya.
Lebih mensyukuri setiap tetes nikmatNya.
Insha Alloh, saya mohon doanya.

Hari ini untuk ketiga kalinya saya berulang tahun jauh dari orang tua. Sendirian di rantau.
Tapi saya bersyukur dengan amat sangat karena banyak sekali orang-orang spesial di hidup saya.
Rasanya hangat, seperti berbaring di balik selimut berbau pewangi pakaian.

Saya berterimakasih atas ucapan-ucapan, kado, surprise party, lagu, dan doa yang kalian berikan.
Saya berterimakasih atas cinta dan ketulusan di dalamnya.
Saya berterimakasih atas telpon di tengah malam yang membuat saya tidur dengan mengulum senyum.
Saya suka sekali dengan kalimat sms yang saya terima:
" you are not getting older, you're just getting better"
terimakasih sayaaang :)

Saya tahu mungkin beberapa ucapan yang saya terima hanya hasil copy paste, atau hanya sekedar kewajiban menuliskannya karena nama saya muncul di timeline.
Nggak apa kok, saya tetap sangat senang karenanya.
Saya mengamini setiap kata yang tertulis, setiap ucapan yang terdengar.

Kayaknya itu semua yang bikin saya suka ulang tahun.
Horeee! Welcome 20 :)

Rabu, 24 November 2010

Last Day of 19

hari terakhir loh, terakhir.
saya nggak bisa lagi nulis identitas di form dengan umur belasan, hiks
(gak penting ya?)

oya, saya habis keliling jakarta dengan sotoy dan jatoh dari motor.
(gak penting juga)

aduh apa dong yang penting?

Selasa, 23 November 2010

Episode Pusing

bulan merah, kayak tomat.
sepatuku merah, kena lumpur bekas hujan.
kalau kamu coba berjalan di atas garis lumpur bekas jejak sepatu saya, kamu bakalan tahu bagaimana rasanya.
tapi jangan melenceng segarispun, jangan pakai melirik juga.
kalau perlu pakai kacamata kuda, biar kamu tidak bisa lihat kiri kanan.
biasanya 1 berpasangan dengan 2 dan selanjutnya ada 3.
tapi tidak ada tiga, hitungan saya terhenti.
cuma satu dua-satu dua.
nggak mulai-mulai.
jadinya saya diam saja.
ini namanya episode pusing.

Pura-pura

Mari malam ini kita main pura-pura.
Pura-puranya saya nulis postingan ini tanggal 22 November kemarin.
Pura-puranya malam ini saya tidak kehujanan sampai basah dan kedinginan.
Pura-puranya saya langsung tidur di kasur yang hangat dan bukannya bengong dulu di kantin asrama sampai baju saya kering lagi.
Pura-puranya saya langsung pulang ke kostan dan meringkuk di bawah selimut biru tercinta.
Pura-puranya saya tidak pusing begini dan batuk dan bersin dan ingusan.
Pura-puranya saya masih mampu cari buku buat tugas kuliah.
Pura-puranya saya amoeba, jadi bisa membelah diri jadi dua, yang satu tidur, yang satu cari bahan tugas.
Pura-puranya duit di dompet saya banyak.
Pura-puranya saya tetanggaan sama Tom Felton.

Pura-puranya ini semua pura-pura sehingga tidak ada lagi yang pura-pura melainkan sekedar bualan pura-pura.
Sebenernya pura-pura itu apa?
Saya juga nggak tau, cuma pura-pura tau.

kata "pura" di postingan ini: 35 (pura-puranya)

Minggu, 21 November 2010

Topaz

Saya cuma berbisik dan kamu membalasnya dengan teriakan.
Saya tersenyum dan kamu membalasnya dengan tawa.
Tawa keras ha ha ha yang bikin kuping saya sakit.
Sakit karena lama, terlalu lama menunggu.
Tapi kamu tak datang-datang.
Sampai tik tok tik tok di hati saya sudah memelan bunyinya.
Pelan dan semakin pelan seperti siput berjalan di atas jalan aspal.
Siang hari itu biasanya sangat panas, tapi hujan kadang tak sopan.
Tiap hujan saya ingat warna-warni kaosmu.
Tiap hujan saya ingat perkedel harga seribu.
Namun kali ini saya ingat hujan saja.
Saya menulis namamu berkali-kali di kertas itu.
Di kertas yang mungkin sudah dibuang satpam karena dianggap sampah.
Padahal bukan.
Dia tidak tahu sih kamu bukan sampah. Yah buat saya sih kamu bukan sampah.

Apa kabar topaz?

Sabtu, 20 November 2010

Apa Ya - sesi 2


saya pusing gara-gara tidak disadarkan dengan baik dan benar setelah trance (kayaknya).
ceritanya besok aja deh. kan pusing.
saya mau tidur aja deh. kan pusing.
sudah ya. kan pusing.

Jumat, 19 November 2010

Apa Ya

Akhirnya saya kesampaian juga nonton Harry Potter and The Deathly Hallows-Part1 bulan November ini.
Selamat ya nak, kamu nggak jadi tukang ngences nantinya.



PS: itu tempat duduk depan sendiri. Pegel lehernya. Dont try that at home.

Kamis, 18 November 2010

Kisah Dongeng


Halo, saya Cinderella. Saya baru saja punya sepatu kaca baru. Pas sekali di kaki.
Malam ini waktunya dansa sama pangeran, tapi kok tidak ada bel berdentang jam duabelas tengah malam.
Saya jadi kesiangan (atau kepagian ya?).
Saya segera berlari hup hup hup.
Seharusnya sepatu saya lepas di tangga supaya pangeran bisa cari saya.
Tapi sepatu saya nempel, masih nempel di kaki sampai saya tiba dengan selamat di kamar saya.
Saya bilang: yaaaah...nasib.

Esoknya dan esoknya saya menunggu pangeran datang, ditemani tujuh kurcaci teman saya yang baik hati dan tidak sombong. Kami menari di hutan dan berbicara dengan burung-burung: hei siapa yang paling cantik di hutan ini? Hei, apakah pangeran berkunjung kesini?
Mereka bilang: kuk kuk kuk kuk yang artinya ooooooh, cinderella, hati-hati jangan makan apel sembarangan.

Tapi saya suka suka suka sekali sama apel.
Suatu hari ada seorang nenek yang jualan apel di hutan. Saya senang sekali dan saya panggil dia. Nenek-neneknya agak serem tapi dia baik hati karena dia kasih saya apel satu gratis.
Kurcaci bilang jangan makan. Burung bilang jangan makan. Tapi saya mau makan.
Jadinya saya makan apelnya, dan.........................

Saya bingung.
Saya terbangun di kamar yang super indah.
Saya masih pakai sepatu kaca, dua-duanya.
Saya pikir saya kembali ke istana pangeran ganteng. Jadi saya berlari keluar dengan semangat yeah yeah.
Waktu saya buka pintu, ada monster mengerikan. Dia bilang namanya Beast.
Dia bilang sedang menculik saya.
Ooooh, kasian sekali teman-teman saya para kurcaci, mereka pasti harus mengumpulkan uang banyak untuk menebus saya yang diculik ini.
Tapi kenapa? Kenapa Beast yang kaya mau-maunya menculik orang?
Oooooh...

Meskipun jelek, Beast baik hati sekali. Saya selalu makan enak.
Pelayannya banyak. Salah satu pelayan mukanya jahat dan licik, saya tidak suka.
Malamnya dia datang ke saya dan menawarkan dua pilihan: pilih suara indahmu atau sirip ikanmu.
Saya pikir: ih bego banget sih pelayan ini, saya kan nggak punya sirip ikan. Makanya saya langsung pilih suara indah aja.
Eh ternyata benar pelayannya bego.
Saya dapat suara indah dan tidak kehilangan sirip ikan saya (yang emang nggak ada --").
Pelayan itu menyadari kebodohannya dan lari-lari keluar.
Hihihi, dasar kamu bodoh deh.

Mumpung sepi, saya kabur dari jendela dan bernyanyi memanggil burung-burung sahabat saya.
Berhasil! Ada sesuatu yang datang dari langit.
Tapi kok besar sekali ya?
Apa itu?

Aaaaaah, permadani terbang, kenapa bisa terbang?
Permadaninya memanggil-manggil saya untuk naik ke atasnya.
Naiklah saya dan terbaaaaang.
Di atas permadani ada lampu yang cantik sekali, tapi agak berdebu.
Jadi saya bersihkan sedikit. Srek srek...
Tiba-tiba muncul om jin.
Saya tau dia om jin karena saya sering baca di buku dongeng.
Saya udah senang sekali karena bakal dapet tiga permintaan.
Tapi om jin bilang dia cuma akan mengabulkan satu permintaan.
Yah, sayang sekali..

Setelah pikir-pikir, saya bilang ke om jin, saya mau pangeran.
Cling, seketika pangeran muncul dan om jin menghilang.
Senangnya hati Cinderella, akhirnya bisa bertemu pangeran lagi.

A whole new world...

Tapi sebenarnya sampai saat ini Cinderella masih curiga apakah pangeran=om jin atau bukan.

Udahan ah capek.

Rabu, 17 November 2010

Lebaran Ku Sendiri


Saudara-saudaraku semua yang tercinta, jangan pernah meniru saya untuk berlebaran sendirian di kamar kostan.
SEDIH BANGET!
Apalagi nggak ikutan shalat ied. :(

Bangun tidur saya langsung bengong meratapi jendela, bukan jendelanya sebenernya sih.
Saya sibuk ngeliatin orang-orang berduyun-duyun jalan ke masjid. Pake baju-baju bagus. Mukena dan sarung yang bersih dan wangi-wangi. Sekeluarga berombongan.
Huweee, saya sedih dan pengen ikutan, tapi nggak bisa.
Jadinya saya cuma liatin jalannya shalat dari jendela kamar (masjid cuma semenit jalan kaki, jamaahnya meluber sampai ke jalanan depan kostan).

Tapi alhamdulillah, saya masih dikasih kesempatan untuk menikmati suasana lebaran ini.
Semoga tahun-tahun selanjutnya, saya bisa berkontribusi menyumbang hewan kurban, bareng keluarga, amiiiin.

Dengar takbiran sepanjang jalan malam tadi rasanya merinding sekaligus sedih (lagi).
Sengaja saya naik motornya pelan-pelan biar bisa mengamati anak-anak lari-larian di mesjid.
Saya membayangkan sepanjang jalan Cinere-Depok adalah jalan dari Petanahan-Kebumen. Tapi begitu hampir sampai, bukannya melihat Tugu Lawet, saya malah ngeliat jalanan Margonda yang bikin sumpek.
Yaaah, patah hati deh saya.
Ngomong-ngomong, sapi dan kambing dijual kayak kacang goreng semalem.
Dimana-mana ada, di pinggir jalan, di depan rumah.
Saya jadi pengen beli sapi satu.
Tapi duit di dompet tinggal sepuluh ribu. Sebenernya mungkin penjualnya mau kalo saya tuker sama motor. Terus saya pulangnya naik sapi.
Pasti keren banget nyeberang Margonda naik sapi.

Hmmmmm...

Saya kangen Kebumen.
Saya kangen Masjid Darussalam.
Saya kangen gang Teratai.
Saya kangen suasana menjelang shalat ied yang pasti buru-buru.
Saya kangen bapak, ibu, beti, obi, dona.
Saya kangen pake mukena yang bau rumah, dicuci di rumah.
Saya kangen rebutan sandal buat ke mesjid.
Saya kangen liat orang-orang kumpul di depan rumah, bakar sate bareng.
Saya kangen sapi dan kambing (meskipun saya nggak makan dua-duanya).
Saya kangen pulang.
Saya kangeeeen..

SELAMAT IDUL ADHA 1431 H, MAAF LAHIR BATHIN
Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik di hadapanNya.
Amin

Selasa, 16 November 2010

Puisi #2: Kuning

hari ini
berlari kecil sedikit melonjak di depanmu
saya memanja, ingin dilihat dan ingin disapa
hei hei hei
lihat kesini mata elang
mari berpayung bersama
biar kita bisa bicara

Senin, 15 November 2010

H1


Akhirnya hari ini saya tau penyebab kelabilan saya yang terjadi belakangan ini.
Itu semua ternyata karena saya mau dapet tamu bulanan, emang udah tanggalnya sih.
Padahal hari ini niatnya puasa arafah, eh apa daya nggak kesampean.
Dengan begitu berarti pula saya nggak ikut shalat ied pas idul adha nanti.
Bener-bener nggak kerasa lebaran deh, udah gak mudik, gak sholat, gak makan daging pula.
Huks, kasian ya..

Seharian ini sangat sangatlah tidak jelas.
Saya berangkat kuliah dengan separuh hati karena hati saya yang separuh masih tertambat pada kasur di kostan.
Jadi isinya saya cuma bengong di kuliah abnormal.
Saya mengalami:
1. Kehilangan minat pada aktivitas sosial (baca: mengikuti kuliah dan mendengarkan dosen)
2.Meningkatnya kesulitan dalam memenuhi tanggung jawab/tuntutan hidup sehari-hari (saya jadi susah pipis dan males ngomong hari ini).
Dan dosen saya bilang kedua ciri tersebut adalah fase prodromal, awal dari gangguan skizofrenia.
Astagaaa...saya jadi curiga saya menderita skizofren.
Apalagi seharian ini saya mengalami halusinasi melihat kasur dimana-mana --".

Untung pas kuliah selanjutnya ada pemandangan bagus, jadi saya bisa bertahan melewati hari itu dengan penuh perjuangan. Meskipun otak masih tidak sinkron sejalan dengan situasi, setidaknya saya agak 'ngerti' apa yang mas-mas itu presentasikan. Salah sendiri ganteng. Haha..

Sepulangnya saya terseok-seok (nggak juga sih) pulang ke kostan.
Rasanya udah nggak enak banget. Lemes kayak kehabisan darah.
Sampai kostan langsung terkapar di kasur guling-guling gak jelas.
Memang nasib wanita, sakit perut, kram, pegel-pegel.
Saya jadi iri sama temen-temen saya yang sama sekali nggak sakit waktu dapet tamu bulanan.
Enaknyaaaa~

Saya maunya langsung tidur, tapi nggak bisa.
Akhirnya saya ngemil kripik pisang coklat, buat bikin rileks, tapi nggak ngaruh juga.
Saya bolak-balik ke kamar mandi dan muntah-muntah, pusing, mual tiap ada bau makanan.
Sebenernya hamil atau dapet sih, saya juga bingung.
Saya paksain merem dan berhasil, saya tidur.
Dan baru bangun jam delapan (buset).
Sungguh indah tidur dari jam dua siang sampai malem begini.

Tapi efeknya saya jadi mengalami disorientasi waktu.
Begitu bangun saya kelabakan liat jam, mengira saya terlambat kuliah. Kemudian ibu saya menelepon dan menyadarkan saya yang (masih juga) labil ini.
Saya pengen melanjutkan tidur lagi tapi kemudian sadar perut saya bunyi krucuk-krucuk.
Ibu saya juga nanya udah makan belum. Saya bilang belum.
Ibu sampe curiga duit saya udah abis karena saya belum makan. Harusnya saya bilang aja iya biar dikirimi duit lagi. Tapi berhubung saya anak baik hati dan tidak suka berbohong, maka saya jujur aja: lagi mual-mual.
Setelah saya pikir lagi, jawaban kayak gitu justru akan menambah kecurigaan.
Jangan-jangan saya hamil....uwoooo~

PS: Saya nggak hamil, cuma mengalami dysmennorhoea
Definisi
Dysmenorrhoea adalah istilah medis untuk nyeri pada saat menstruasi. Nyeri ini biasanya terasa seperti denyutan atau kejang pada daerah di bawah area perut. Pada beberapa wanita, nyeri ini biasanya hanya terjadi sebelum atau saat menstruasi. Tetapi pada wanita lainnya dapat menjadi cukup parah untuk mempengaruhi aktivitas harian selama beberapa hari setiap bulan.


Gejala
Dysmenorrhoea memiliki tanda dan gejala antara lain :

• Rasa seperti berdenyut dan kejang pada daerah di bawah area perut
• Nyeri yang menyebar ke punggung bagian bawah dan paha

Beberapa wanita juga mengalami :

• Mual dan muntah
• Berkeringat
• Pusing

Penyebab
Pada saat menstruasi uterus berkontraksi untuk membantu mengeluarkan darah kotor. Prostaglandins yang diproduksi oleh tubuh yang menyebabkan rasa nyeri dan peradangan, memicu otot rahim berkontraksi. Kadar prostaglandins yang tinggi menyebabkan nyeri yang lebih parah. Banyak ahli percaya nyeri pada kontraksi ini dikarenakan penyempitan pembuluh darah yang menuju uterus.
Dysmenorrhoea juga dapat disebabkan oleh:
• Endometriosis. Adalah suatu penyakit di mana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim. Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut.

• Uterine fibroids. Ini adalah tumor junak yang tumbuh di dinding uterus dan menimbulkan nyeri.

• Adenomyosis. Kondisi dimana jaringan yang ada pada uterus tumbuh ke dinding otot uterus.

• Pelvic inflammatory disease (PID). Infeksi pada organ reproduksi wanita yang biasanya disebabkan oleh bakteri.

• Cervical stenosis. Pada beberapa wanita, pembukaan leher rahim mungkin sangat kecil sehingga menghambat aliran menstruasi dan menyebabkan nyeri akibat tekanan pada uterus.

sumber: KOMPAS

*aduh, saya jadi agak takut setelah baca postingan itu, semoga ini cuma sakit biasa. Amin.

Minggu, 14 November 2010

Birthday


Assalamualaikum bapak di rumah, selamat ulang tahun ya.
Terimakasih sudah menjadi seorang yang super buat saya yang tidak super, yang bahkan menghitung umur bapak tadi saja masih pakai kalkulator.
Selamat ulang tahun ke 49, my superdad!
Angka 49 itu angka yang besar.
Dan untuk mencapainya, perlu melewati 1,2,3, dan seterusnya.
Lelahkah engkau, ayahku?

Kalau begitu, tahun ini di atas kue akan ada 49 lilin.
Pasti repot meniup satu persatu.
Pakai dua lilin saja ya, yang angka 4 dan angka 9.
Bersebelahan, tersenyum satu sama lain.
Cukup dua kali tiup, bahkan mungkin malah sekali.
....fuuuh, fuuuh..
Lets make a wish.
Apa harapan bapak tahun ini?

Oh ya, tahun ini bapak merayakan ulang tahun berempat saja.
Nggak apa ya?
Dua gadismu sudah merantau.
Meniti jalan yang sudah kau bentangkan sebelumnya.
Mulai menanam jejak-jejak usaha seperti yang telah kau ajarkan.

Bapak, saya tidak tahu berapa helai uban bapak yang tumbuh hari ini.
Saya cuma tahu tiap helainya menunjukkan senyum kepada menit dan detikNya.
Saya tidak tahu apa yang musti saya kasih buat kado bapak.
Doa saja boleh ya?
Semoga bapak selalu dalam lindunganNya, amin.

Kalau saya punya pintu ajaib, saya mau pulang sebentar.
Mengucapkan selamat ulang tahun.
Cium tangan, lalu pergi lagi.
Saya nggak akan menyanyikan lagu ulang tahun.
Bapak tahu kan, saya nggak bisa nyanyi.

Kalau saya bisa titip salam sama angin, saya nitip salam sayang.

Aduh, tenggorokan saya tersumbat..
Sekali lagi, selamat ulang tahun bapakku tercinta.

Sabtu, 13 November 2010

Jika

Jika hujan itu pembawa pesan Tuhan, saya pasti akan menyempatkan diri berhenti sejenak di bawah hujan untuk mendengarkannya.

Jika di atas awan sungguh-sungguh ada sebuah negeri seperti di dongeng, saya ingin berkunjung, makan bola-bola kapas setiap hari.

Jika semua manusia tidak bisa melihat, kita berkenalan lewat bau, rasa, dan bunyi, dan lewat hati. Hei, bisakah kau mengenali hatiku?

Jika udara tidak gratis, saya mungkin akan hemat-hemat bernapas dan ngomong.

Jika saya bisa terbang, ah tidak mungkin..

Jumat, 12 November 2010

Untuk Kali Ini Saja, Jangan Ganggu Dulu (Oh ya, Baru Tahu ya Saya Egois?)

Maaf saya maunya di sini, jangan paksa-paksa ya.
Tolong tali itu dilepaskan simpulnya.
Begitu rupa, begitu rumit, kenapa dibikin segini susahnya.
Saya hadir loh, ya saya hadir. Tapi di sini, bukan di sana.
Berjalan malam-malam langkah demi langkah.
Saya tidak menghitung, cuma menggumam. Kanan kiri kanan kiri.
Maukah jarum jam berhenti. Maukah kau melambai.
Apakah padang gurun pernah terselimuti salju?

Ah, maaf ya.
Saya cuma sedang rindu dipeluk-peluk, di acak-acak rambutnya.

Kamis, 11 November 2010

Snow Dream


Lagi-lagi saya terjaga tiba-tiba.
Dengan setengah hati karena keterikatan saya yang monoton terhadap mimpi.
Monoton. Monokrom. Sama saja. Satu warna.
Tapi mereka tidak disertai bosan.
Karena saya mencintai mimpi-mimpi saya.

Saya mimpi Obama --"
Mungkin ini karena pengaruh kebanyakan nonton tivi, dimana-mana ada Obama.
Bahkan iklan tivi yang pakai Obama palsu muncul berkali-kali.
Seharian saya nungguin iklan so nice favorit saya, tapi nggak muncul-muncul.
Kasian sekali mereka jadi turun pamor tiba-tiba.

Di mimpi saya, Obama berpidato di podium, mirip kayak di kampus UI.
Tapi di luar bersalju dan kami pakai baju tebal.
Obama di Leiden.
Saya mendengarkan pidato Obama di Leiden.
Leiden.
Leiden.
Leiden.
Ya Tuhan..

Saya sungguh sangat-sangat ingin sekali bisa sekolah di sana.
Bagaimana ya?
Bagaimana ya?

Selama ini saya hanya terhubung dengan mimpi.
Mimpi yang layu saat saya membuka mata.
Yang cuma tertinggal serpih-serpihnya.
Bagaimana dong saya menyatukannya?
Bagaimana..

Rabu, 10 November 2010

You Belong With Me



If you could see that I'm the one who understands you
Been here all along so why can't you see

Baby...

You belong with me


I'm the one who makes you laugh

When you know you're about to cry

And I know your favorite songs

And you tell me about your dreams

I think I know where you belong

I think I know it's with me...


Can't you see that I'm the one who understands you

Been here all along

So why can't you see

You belong with me


Have you ever thought just maybe

You belong with me


Taylor Swift-You Belong With Me

Selasa, 09 November 2010

Grey: The crumpled grey. You



Setiap kali ada dua hal yang berlawanan.
Atau kalau tidak berlawanan, mereka berpasangan.
Namanya sisi abu-abu. Dia tak pernah jelas memposisikan dirinya.
Kadang mau putih, kadang mau hitam.
Di sini, jangan samakan hitam dengan buruk dan putih dengan baik.
Saya cuma pinjam nama mereka saja.
Hai hitam, halo putih, apa kabar?

Saya dan pikiran saya sering terjebak di zona abu-abu.
Melingkar dan berputar-putar di sana, kayak obat nyamuk bakar.
Saya ingin ke hitam, tapi saya juga ingin ke putih.
Saya tidak bisa memilih, karena kalau saya lepaskan salah satu, saya timpang.

Abu-abu kali ini sungguh pekat.
Baunya manis memualkan. Terlalu manis.
Kotak saya tidak cukup kedap untuk menyimpan manisnya.

Saya ingin sekali berbicara lagi, seperti dulu, dengan gurau dan senyum santai.
Itu putih.
Saya ingin kabur, melupakan, supaya saya lupa dan kamu nggak lagi mengganggu pikiran saya.
Itu hitam.
Saya kayak orang bodoh, senyum sebentar, bicara sebentar, lalu pergi begitu saja.
Itu abu-abu.

Ya ya ya..

Senin, 08 November 2010

Cerita Tiga Hari

06, 07, 08 November 2010

Sudah tiga hari.
Kisahnya sama-sama saja. Makanya saya cuma menulis kali ini.
Anggap saja ini cerita tiga hari.
Sungguh tidak sopan ya saya, padahal sudah janji sama diri saya sendiri untuk bercerita tiap hari, namun dilanggar juga.
Hari ini Senin dan tumben saya senang hari ini.
Hari tertawa.
Hari banyak tertawa.
Tawa di siang hari, sore, dan malam hari.
Hari berbagi cerita, hummm...

Saya percaya sekali akan kalimat: badai pasti berlalu.
Bagi saya itu mantra yang ajaib.
Asal kita mampu melewatinya, pasti badai itu bakalan jauh-jauh deh.
Kata teman saya, itu karena penerapan problem fokus pada masalah yang dihadapi.
Yah, problem sama dengan masalah. Saya memang bersahabat sekali dengan masalah.
Kami akrab bagai kepompong.

Oh iya, saya belum bercerita tentang kamu.
Tempo hari kita bertemu sekian menit, dan bertatap mata sekian detik.
Sebentar sekali ya sayang.
Kamu perlu pergi ke tempat itu, dimana ada bapak-bapak, kaca dan pohon beringin.
Tapi tidak juga tak apa.
Saya suka gerakan mengibaskan kepala itu.
Kebiasaan baru sekarang, eh?

November november, saya ingin sekali mengucapkannya keras-keras, sebelas kali, di atap rumah.

Jumat, 05 November 2010

Hei Halo

1... 2... 3... 4... 5...
Bangun tidur pagi tadi saya langsung buka pintu kamar dan celingak-celinguk, aneh banget deh.
Terus saya ingat bahwa saya seorang muslim dan harus solat subuh dulu sebelum mataharinya muncul, jadilah saya solat. Allohuakbar..

Habis itu cek hape, ada delapan pesan masuk.
Pesan yang paling menyita perhatian dateng dari ibu saya. Begini bunyinya: Mbak, di sini (Kebumen-red) hujan abu deres banget. Aktivitas diliburkan.

Reaksi saya: Oh my God..saya pingin pulaaaang :(

Saya bener-bener khawatir, apalagi saya belum bayar kostan (?).
Terus saya telpon deh ibu saya, kata ibu pantau berita terus. Katanya puncak letusan tanggal 7 nanti. Ya Alloh..adek saya kan di Jogja, apa kabar ya dia?

Sungguh saya jadi ingin pulang.
Denger-denger si hitam dari Amerika mau datang ke kampus.
Denger-denger kampus UI disterilkan.
Denger-denger mahasiswa diliburkan.
Kalau benar begitu, senangnya hatiku.

Tapi, itu baru denger-denger aja.
Saya belum tahu pastinya.
Hiks hiks..

PS:
Kabar terakhir: Jogja diliburkan, adek saya jadinya mudik, alhamdulillah..
Obama dateng, tapi mahasiswa tetap masuk, astaghfirullah..
-_____________________-

Kamis, 04 November 2010

November Rain

When I look into your eyes
I can see a love restrained
But darlin' when I hold you
Don't you know I feel the same
'Cause nothin' lasts forever
And we both know hearts can change
And it's hard to hold a candle
In the cold November rain
We've been through this such a long long time
Just tryin' to kill the pain
But lovers always come and lovers always go
An no one's really sure who's lettin' go today
Walking away
If we could take the time to lay it on the line
I could rest my head
Just knowin' that you were mine
All mine
So if you want to love me
then darlin' don't refrain
Or I'll just end up walkin'
In the cold November rain

Do you need some time...on your own
Do you need some time...all alone
Everybody needs some time...on their own
Don't you know you need some time...all alone
I know it's hard to keep an open heart
When even friends seem out to harm you
But if you could heal a broken heart
Wouldn't time be out to charm you

Sometimes I need some time...on my own
Sometimes I need some time...all alone
Everybody needs some time...on their own
Don't you know you need some time...all alone

And when your fears subside
And shadows still remain, ohhh yeahhh
I know that you can love me
When there's no one left to blame
So never mind the darkness
We still can find a way
'Cause nothin' lasts forever
Even cold November rain


Don't ya think that you need somebody
Don't ya think that you need someone
Everybody needs somebody
You're not the only one
You're not the only one

-Guns 'n Roses-

Selasa, 02 November 2010

Puisi #1: Ada Rindu


Ada rindu di mata. Di hidung. Di bibir.
Rindunya berupa permen manis warna-warni.
Saya simpan di perut, di mulut, dimana-mana.
Saya menyimpan rindu darimu di tempurung lutut.
Keduanya. Dua kaki penuh rindu. Jalan saya jadi berat.
Saya sering tersandung-sandung.
Hari ini saya tersandung batu.
Lutut saya lecet.
Rindumu tumpah semua.

Ini Tentang Rasa

Saya melihat, saya merasa, dan saya mendengar.
Gurasan kuas pada kertas kasar, srek-srek-srek.
Catnya menyapu tajam. Baunya bikin muak. Saya muak.
Muaknya warna hijau. Jatuh dan tertampung di selokan.
Oh..kasihan petugas kebersihan, musti menyapu muak-muak hijau.
Tapi mungkin dia tidak melihat, karena muaknya sewarna daun, tersembunyi, dia berkamuflase.
Adakah yang tahu?

Berbicara tentang warna, saya ingin menyimpan warna hari, bersama baunya, dalam gelas kaca kecil.
Kalau bisa saya akan memilih mana yang ingin saya simpan, lalu saya pajang di atas lemari.
Pastilah lemari saya cepat penuh, berwarna, beruap bau harum.
Saya mau menyimpannya lama-lama, menghirupnya sedikit demi sedikit. Sampai kadaluwarsa, dan sampai hidung saya terhabituasi.

Berbicara tentang warna, kadang saya merasa hidup dengan memakai kacamata warna-warni.
Hari ini hitam, besok biru, tempo hari kuning.
Warnanya saya pilih tiap pagi. Mau warna apa saya hari ini?

Kalau merah, saya jadi api. Meledak-ledak. Jangan dekat-dekat.
Kalau abu-abu, saya jadi sendu. Merajuk. Jangan dekat-dekat.
Kalau kuning, saya lagi egois. Menginjak-injak. Jangan dekat-dekat.
Lalu kapan kamu bisa dekat saya?

Seharusnya mudah saja. Saya tinggal panggil kamu, kamu mendekat. Dan sudahlah, gampang bukan?
Tapi entah kenapa segalanya dibikin sulit.
Padahal ini semudah bernafas, semudah berjalan.
Namun saya selalu tersedak, atau tersandung.
Lalu apa?

Saya tahu kamu juga melihat, merasa, dan mendengar.
Tapi mungkin rasa kita beda.

Decision


Selasa, 2 November 2010

Seringkali keputusan yang kita ambil harus kita telusuri lagi.
Apa dan kenapa kita memilihnya.
Pilih saja mudah, tinggal tunjuk, tinggal bilang iya atau tidak. Tapi proses sampai kepada keputusan itu sulit.

Saya, adalah pengambil keputusan yang buruk. Saya semaunya sendiri.
Saya bilang iya dan tidak sesuka mulut saya.
Kalau saya bilang "iya", kenapa kamu protes?
Kalau saya bilang "tidak", kenapa?
Selama itu tidak merugikan saya, sini saya setujui.
Tapi kalau saya sudah nggak suka, pergilah. Pergi saja sana.

Namun, bagaimanapun juga, yang namanya hidup itu ada interaksi.
Balon berinteraksi dengan talinya.
Kucing berinteraksi dengan buntutnya.
Angin dengan udara.
Langit dan bumi.
Bulan dan matahari.
Manusia dengan Tuhan, alam, dan sesamanya.

Semua terhubung. Jalinannya ribet, kayak benang kusut.
Mungkin kalau dilihat dari atas, dunia akan tampak seperti karpet warna-warni yang terdiri dari jutaan benang tenun. Benang ke benang. Hati ke hati.
Kalau saya menarik garis lurus ke arahmu, saya tahu garisnya warna merah jambu. Merah jambu tersipu.
Warna cinta.

Karena kita semua terjalin, keputusan kita akan mempengaruhi yang lainnya.
Saat saya memutuskan untuk menebang sebuah pohon kecil, mungkin akan ada burung yang kehilangan sarang, terus dia terbang ke rumah orang, terus dia ketemu sama burung peliharaan orang itu, terus mereka jatuh cinta, kawin lari, dan pemiliknya kecewa lalu gantung diri.
Kompleks men!

Keputusan saya, akan berdampak bagi orang lain, entah baik atau buruk.
Saat saya bilang "tidak", mungkin satu orang tersenyum dan orang yang lain kecewa.
Lalu kenapa?
Saya tanya: lalu kenapa kalau begitu? Apa urusan saya?
Bukankah yang rugi bukan saya?

Setelah saya pikir dengan lurus: Yah, itu namanya egois.
Kalau yang senang cuma saya, buat apa?
Kalau keputusan saya bikin kecewa, memangnya saya senang?
Nggak. Nggak. Nggak.
Huh huh huh!!!

Senin, 01 November 2010

Welcome November


1 November 2010, 00:00

생일 축하, saeng-il chugha :)

Mata saya tidak mau terpejam.
Mulut juga nggak mau diam, sibuk menghitung detik-detikmu.
1 2 3...masih lama ya?
Masihkah kamu bangun, berhitung juga?
Atau sudah lelap?
Hmm...selamat tidur ya, teriring senyum untukmu.

Biru dan ungu berpadu jadi satu. Dari tadi saya menggambar langit, langit sore dan langit pagi.
Langit sore berwarna jingga karena matahari.
Tahukah kamu batu kelahiran kita sama.
Batu topaz yang cantik, sewarna matahari sore.

Tentu kamu tak mau tahu, kamu kan tuan angkuh yang sombong.
Tapi saya juga tak mau tahu.
Karena saya nona keras kepala yang bawel.
Haha, bukankah kita cocok sekali. Batu dengan batu.

Ah sudahlah, dari kemarin saya selalu ngomong sendiri.
Hmmmm~

Saya bertekad akan memenuhi bulan ini dengan kata, setiap harinya.
Dengan sapa dan surat cinta.

당신을 사랑합니다
Saranghaeyoooo~

Sabtu, 23 Oktober 2010

Mulai Tidak Waras

Sabtu, 23 Oktober 2010


Hallo penghuni Planet Mars!
Saya sudah mau UTS. Besok, besoknya lagi UTS.
UTS loh, UTS!

Padahal rasanya baru kuliah sebulan, masih santai, tau-tau udah UTS aja --"
UTS!!!!!

Ayo belajar, ayo menari dan berguling-guling di kamar.
Ayo sebarkan kertas-kertas handout, buka semua buku.
Ayo semangaat..
Ayo begadang! :)

UTS!
UTS!
UTS!

*aaaaaaaaaah, pengen teriak keras-keras, tapi takut dimarahin tetangga*


give me blood
give me spirit
give me smile
give me love
give me money
give me boost
give me a wuuzh
give me nilai A wahai mas-mbak dosen yang ganteng dan cantik..
amiiiin!

Kamis, 21 Oktober 2010

Jendela

Kamis, 21 Oktober 2010 06:59



Bulan ini saya hidup ditemani jendela, ditemani langit, ditemani matahari di siang hari, ditemani tetesan hujan, embun, angin dan bulan di malam hari.
Rasanya menyenangkan, ada jendela di kamar saya sekarang.
Saya merasa bisa menggambar di langit kapanpun,mengucap salam pagi, bisa menatap jalanan, menghitung orang yang datang dan pergi.
Semuanya datang dan pergi.
Tidak ada yang berlama-lama.
Dengan langkah-langkah satu-satu. Satu-tuk dua-tuk tiga-tuk.

Saya menyukai jendela. Saya menyukai yang bisa saya lihat darinya.
Saya pernah punya jendela lain, yang sama indah dan menyenangkan. Jendela dimana saya mengantarmu berangkat dan menjemputmu pulang.

Jendela di rumah seberang bertirai merah muda.
Jendelaku bertirai kuning tua.
Apa warna tiraimu?

Rabu, 20 Oktober 2010

Ingatan


Rabu, 20 Oktober 2010, 6:08

Pagi diawali dengan sapaan "are you ready kids-ready captains-i can't hear you-ready captains..."
Yah, saya tahu kamu semua familiar dengan sapaan tersebut.
Beberapa tahun lagi, apakah saya akan masih ingat dengan kalimat-kalimat itu? Semoga..
Dulu, jaman saya masih muda, saya familiar dengan kata-kata katalis, enzim telomerase, peptin, stoikiometri, gravitasi, gaya berat, dan sebagainya.

Sekarang?
Saya cuma ingat waktu guru saya menuliskan kata 'stoikiometri' di papan tulis, saya tertakjub-takjub(?).
Nulisnya aja susah, apalagi ngomongnya --"
Ingatan saya selebihnya?
Nggak ada.

Saya tahu semua hal terus berjalan maju. Semuanya, kecuali kendaraan yang mundur, orang kurang kerjaan jalan mundur, jam yang diputar mundur, dan undur-undur.
Dan pikiran kita bisa maju mundur, dengan kecepatan super.

Tapi ingatan kita tidak super.
Saya tidak bisa mengingat semua sensasi yang pernah masuk, saya tidak bisa mengingat semua persepsi yang pernah saya rasakan.
Saya tidak memberi cukup atensi ke banyak hal sehingga mereka bisa masuk ke ingatan jangka panjang saya.

Saya tidak ingat tulisan-tulisan di iklan yang saya lihat sekilas.
Saya tidak ingat siapa saja yang ada di warteg waktu saya sarapan kemarin.
Saya tidak ingat berapa nomer hape teman sd saya.
Saya tidak ingat apa yang dikatakan dosen waktu saya kuliah psikometri kemarin.

Tetapi saat saya memberi perhatian dan memberikan sedikit perasaan untuk suatu hal, secara otomatis mereka ada di ingatan jangka panjang saya, nggak bisa lupa.
Saya ingat lirik lagu di iklan Sinta-Jojo. Ingat banget malah.
Saya ingat film yang saya tonton kemarin, detailnya.
Saya ingat perjalanan saya waktu mudik lebaran kemarin.
Saya ingat berapa uang yang ada di dompet saya.
Saya ingat bahwa beasiswa saya belum turun juga, mungkin ada kaitannya sama penggantian rekening saya tempo hari.

Semua hal-hal itu, hanya hal-hal kecil yang saya beri sedikit perhatian.
Cuma sedikit saja.
Apalagi untuk hal yang saya beri perhatian lebih, yang saya berikan segenap rasa.
Bukan cuma nempel di ingatan jangkan panjang.
Tapi sudah terukir, dipahat. Permanen. tidak bisa dihapus.

Di antara hal-hal yang itu, ada kamu, dia, dan mereka.
Orang-orang tersayang yang mengisi hari-hari saya dengan senyum, perhatian, bantuan, tangisan, sakit hati, semuanya.
Kamu, dia, dan mereka saya simpan di kotak khusus yang judulnya VIP. Very Important Person. To me.

Sekarang, apakah kamu juga punya kotak kayak gitu?
Apa saya juga diberi perhatian lebih?
Apa saya masuk ke ingatan jangka panjangmu?
Apakah kamu bisa mengingat saya tanpa perlu susah payah memutar ingatan maju mundur?
Kalau iya, itu cukup. Terimakasih ya.

Rabu, 29 September 2010

Deklarasi

Rabu, 29 September 2010

15 Hal yang (Tidak) Harus Kamu Tahu Tentang "Saya":




1. Saya benci menjadi kelinci yang selalu takut-takut memandang ke atas, ke langit, dan berlari tiap ada sedikit bayangan kecil. Yang dia kira elang.
Saya ingin memandang langit dengan bebas, tanpa takut. Berlari. Atau mengepak?
Apa saya harus jadi elang untuk itu?

2. Saya pernah berjanji ke diri saya sendiri untuk menuliskan sesuatu hal baik tentang orang lain lakukan ke saya, supaya suatu saat saya bisa membalasnya.
Tetapi ternyata saya tidak sanggup, banyak sekali.
Mungkin saya butuh kitab yang tebal, saking banyaknya yang harus saya tulis.

3. Saya suka mengamati orang. Dari cara jalan, cara berpakaian, cara berbicara. Menakjubkan sekali ya orang-orang itu. Mungkin bisa diadakan penelitian mengenai sifat-sifat orang dengan cara observasi saja. Suruh ayam mengobservasi, dan mereka akan menulis: Kreatif kali orang-orang tu, kaum awak dibuat bermacam-macam lauk di warung (ayamnya dari Malaysia).
Tapi carilah ayam yang obyektif, jangan ayam yang pilih kasih. Nanti dia cuma tulis yang baik-baik tentang majikannya. Nggak valid.

4. Saya suka sekali bermimpi. Mimpi saya akhir-akhir ini kayak labirin. Kadang saya terbangun di mimpi yang lain. Sampai-sampai pas bangun betulan saya bingung, ini mimpi atau bukan. Saya siapa hari ini? Saya? Aku? Kamu? Atau kupu-kupu?

5. Saya profesional dalam berteman. Saya pernah punya bermacam-macam teman. Saya tahu bahwa saya harus menjauh dari teman yang suka menjelek-jelekkan orang lain karena suatu saat pasti dia akan menjelek-jelekkan saya di depan orang lain. Yah, bukannya ada yang bisa dijelek-jelekkan dari saya sih. Haha.

6. Saya tidak tahu siapa yang benar-benar mengenal saya sendiri. Bahkan diri saya pun tidak. Tiap hari saya belajar hal baru mengenai diri saya sendiri. Saya baru tahu saya begini, bahwa saya begitu. Mencoba dan menguji. Lalu direparasi. Kayak mesin.

7. Saya suka sekali quote "A secret makes a woman, woman". Makanya saya suka heran sama orang yang hobi sekali mengumbar setiap detik kegiatan atau perasaannya di jejaring sosial. Atau hobi sekali curhat mengenai setiap detik dan detail kehidupannya. Saya pikir: Wah, mereka kayak buku yang bisa dibaca tiap lembarnya, pake kaca pembesar pula. Jelas, sampai kita bisa kenal dia luar dalam cuma dari facebook/twitter/apalah itu namanya.

8. Saya sangat menyukai kata "misterius". Kelihatan keren. Membuat penasaran. Inilah kenapa saya ingin sekali jadi mata-mata dan hobi saya nonton Spy Kids.

9. Saya masih 19 tahun saat saya menulis ini. Saya nggak mau buru-buru 20. Kepala dua. Makanya saya ingin menikmati saat-saat usia remaja yang membahagiakan ini. Saya suka menjadi yang termuda di antara teman-teman saya. Jangan lupa ya, sembilan-belas, belum dua-puluh. I'm not a girl, yet a woman.

10. Saya suka membuat orang lain merasa spesial. Siapa sih yang tidak suka di-spesial-kan? Cukup dengan hal-hal kecil saja kamu sudah bisa membuat orang lain merasa spesial. Tersenyumlah dan sapa saat bertemu. Ucapkan "selamat" di hari bahagianya. Bagi bingkisan kecil saat dia ulang tahun. Lupakan hutang-hutang kecil. Dengarkan ceritanya. Ingat hal-hal tentangnya. Mudah bukan?

11. Saya sedih kalau saya tidak peka. Sayangnya ini sering sekali terjadi. Saya sering menjadi orang yang terakhir tahu mengenai kabar teman-teman saya. Tentang suatu peristiwa. Saya terkadang lupa dan ceroboh. Membuat saya menyesal karena saya tidak tahu lebih awal. Kan saya bisa membantu kalau tahu. Kan saya bisa berusaha. Kan...(tapi telat, huks huks).

12. Saya tidak manja. Sungguh saya berusaha untuk tidak manja. Tolong jangan bilang saya manja. Sebagai anak sulung yang punya tiga adik saya tidak boleh manja.

13. Saya menyukai saat namamu muncul di layar ponsel saya. Sadarkah kamu saya tak butuh waktu lama untuk membalas pesanmu?

14. Saya mencintai bulan yang indah. Saya bercita-cita tidur di atap kostan. Sudah pernah sih, tapi cuma sebentar. Sekarang mungkin udah nggak bisa karena langitnya tertutup gedung apartemen yang baru dibangun itu.

15. Saya suka rangkaian kata-kata. Saya suka menulis sms. Saya suka merangkai huruf.
Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz...abc lagi
Dari 26 huruf saja sudah bisa terciptakan banyak kata dan makna yang menakjubkan.
Kalau saya jadi huruf, saya mau jadi huruf Z.
Z yang ada dua di nama saya.
Z yang jarang dipakai.
Zzzzz yang berarti tidur. Saya suka tidur. Suka suka suka sekali sampai sekarang saya mau tidur saja.

Minggu, 26 September 2010

Irreplaceable


Minggu, 26 September 2010

Begini, kalau saya bilang saya iri sama Lara Croft karena dia cantik, seksi, dan bisa membasmi kejahatan memangnya salah?
Kalau saya bilang saya iri sama kamu karena kamu baik hati dan begitu mudah dicintai juga tidak salah.

Lalu kenapa saya tidak boleh iri?
Iri dosa katanya, menimbulkan dengki.
Iya, benar, saya sudah tahu sejak lama. Dan saya tidak ingin menyangkalnya.

Jadi, tetap tidak boleh iri ya? Ya sudah.

...you must not know about me...

Sudah penghujung September.

..wake me up when September ends..

Tolong bangunkan saya kalau sudah tanggal 1 Oktober nanti ya.
Soalnya saya musti bayar kostan, kalau telat di denda.
Terus habis Oktober kan bulan November. My favorite month :)

Sabtu, 25 September 2010

Margonda: Repost



saya yakin tulisannya tidak jelas. tapi masa bodohlah. haha
cume me-repost dari notes di facebook saya.
udah nggak tau mau nulis apalagi.

tunggu nanti saya sadar (:

Selasa, 21 September 2010

Bodohnya

Galau. Sedang galau.
Sini kasih saya tongkat buat mencari jalan yang tepat.
Nanti saya tampak seperti nenek-nenek.

Saya ingin kembali normal.
Bagaimana ini. Bagaimana ini. Bagaimana ini.

Mungkin saya harus lompat lompat kayak ompaa lompaa.
Atau menari sampai jari-jarinya berkarat. Bisakah jari berkarat?
Atau tertawa sampai sakit perut.
Baru saya bisa sembuh.

Jadi siapa yang mau kasih saya tongkat?
Siapa yang akan saya ajak melompat, menari, dan tertawa?
Kamu.

Salaaaaaaam..

I wonder: Could it be, when i was dreaming about you baby, you were dreaming of me?

Sejak kecil saya sudah tahu, hal-hal yang terjadi saat kita tidur itu namanya mimpi.
Keterikatannya tidak bisa dipredikisi. Saya nggak pernah tahu kapan saya akan bangun dari mimpi saya.
Mimpi mengikat dengan mata yang terpejam.
Dengan tali dari pohon hitam pohon putih dan berupa pelangi.
Dan angin. Lalu terbang.

Domba domba membantu saya tidur malamnya.
1 2 3 4 5...99 lompat hup hup.
Dan kemudian saya tidak ingin terbangun paginya.

Pagi basah. Mata saya basah. Hati saya basah.
Tapi saya nggak ngompol kok, kasur saya nggak basah.
Mungkin saya gelisah. Sah-sah-sah. Kayak suara penyanyi dangdut yang mendesah-desah.
Aaah, mikirnya saja sudah bikin saya pusing.

Kejadian hujan: Jauh lebih indah dari itu: Mimpi saya.
Mari kita menari berputar-putar.
Kau tidur di bantal hijau. Tersenyum miring seperti biasa.

yfyxgx,k,Hiolhoigxoow..

Maaf maaf barusan konslet, ada iklan sosis so nice-nya sinta jojo.
Disturbing advertise. Sungguh.

Saya jadi nggak konsentrasi.
Terenggut oleh pesona feromon.
Feromon itu apa ya?
Haha.

Kali ini saya ingin jadi cenayang. Cenayang yang gaul tentunya.
Tidak mau pakai hitam-hitam dan bergaya gothic.
Saya: cenayang warna-warni. Asik.

Saya ingin mimpi saya jadi nyata. Bantal hijau itu juga. Kamu juga.
Perlukah bola kristal? Atau tongkat sihir?
Alakazaaaaam...

Ataukah untuk mimpi itu saya cuma perlu keberanian?
Keberanian untuk menyapa "hai" saat kamu ada?

Gampang ya?
Tidak tidak itu susah.
Susah. Lagi lagi sah sah sah.

Tali saya tipis sekali, anginnya meletup-letup dari pohon mimpi.
Kau tidak bisa memecahkan telur dengan menggenggamnya erat-erat.
Dan saya juga tidak bisa mempertahankan tali saya supaya tetap terikat.
Lepas dan terhempas: terbangun.

Bolehkah saya tidur lagi?
Bolehkah mimpi saya ada sekuelnya?
Boleh dong, tolong.

Rabu, 08 September 2010

Time Bomb

Rabu, 08 September 2010
(dua hari sebelum Idul Fitri 1431 H)

Waktu, bagi saya seakan berlari.
Padahal saya nggak ngejar-ngejar.
Satpam juga nggak ngejar.
Lebih sering satpam ngejar maling.

Bagi saya, waktu kali ini larinya lebih cepat daripada pelari maraton nasional.
Saya harus susah payah mengejarnya.
Bahkan seringkali saya yang dikejar-kejar waktu, sampai saya terbirit-birit lari darinya.
Lihat saja saat saya harus mengumpulkan tugas esai yang belum selesai, waktu seakan lintasan kabur yang menit-menitnya hilang secara misterius.
Ini emang namanya prokrastinasi. Salah satu hobi saya.

Saya takut suatu saat nanti di lintasan ini waktu berlari cepat mendahului saya dan kemudian berhenti di ujung depan saya.
Karena ini orbit saya juga, mau tak mau saya harus ikut berhenti di tempat waktu saya berhenti.
Padahal baju saya masih rombeng.
Lingkaran halo di kepala saya belum terbentuk.
Saku hati saya kosong.
Koper bawaan saya masih enteng.
Sampah di ransel saya masih belum terbuang seluruhnya.
Apa yang akan saya persembahkan nanti di pintu ujung sana?

Saya takut. Sungguh.

Mohon maaf lahir batin.

Malam-malam Hujan Sore


Hujan.
Kemarin, kemarin lusa, dan hari ini hujan. Langit seperti menangis saking banyaknya air yang tumpah.
Dan dua hujan terakhirku cantik sekali.
Karena ada kau bersamaku menunggu terang.

Yah, sebenernya kalimat pembuka di atas agaklah lebay melambai.
Saya yakin kalimat itu nggak ada artinya apapun buat anda. Tapi buat saya dan para alter ego saya, itu berarti sangat banyak. Biarlah saja, ini dikarenakan disorientasi karena saya lama nggak nulis. Harap maklum kawan.

Saya suka hujan. Saya tidak suka hujan.
Saya plin plan. Ya.

Saya suka hujan karena bau tanah yang tersiram hujan mengingatkan saya pada rumah, buku yang baru dibuka, dan selimut hangat.
Saya suka hujan karena kita bisa menangis di bawah hujan. Tidak ada orang yang mau repot-repot membedakan apakah itu air mata atau air hujan. Toh sama saja basah.
Saya suka hujan karena bisa dijadikan alasan untuk tidak datang ke janji yang menyebalkan (kalau ada).
Saya suka hujan karena hujan membuat saya sah-sah saja untuk lebih lama tiduran di kasur dan minum susu hangat.
Saya suka hujan karena waktu hujan itu kita menunggu di halte yang sama, meskipun lidah saya kelu karena tak sanggup bicara kedinginan.
Saya suka hujan karena berharap setelahnya ada pelangi dan saya bisa kebagian duit dari guci harta karun yang disembunyikan kurcaci.

Kadang kalau lagi labil saya suka menjulurkan tangan saya keluar jendela. Menadah hujan. Berharap dengan seperti itu saya bisa ikut meleleh ke tanah bersama hujan.
Sayangnya akhir-akhir ini saya sering sekali kambuh labilnya. Sayangnya juga di kostan saya nggak ada jendela buat main leleh-lelehan kayak gitu.
Dan di rumah saya nggak bakal sempet mainan hujan karena terlalu sibuk menjadi Ijah Pelayan Seksi.
Kasian ya?
Iya memang, begitulah nasib.

Sore ini juga hujan. Tapi tidak cantik.
Langitnya terlalu cengeng hari ini. Terlalu banyak air yang tumpah.
Hujan merah, hujan hijau, dan hari ini (mungkin) hujan jingga.
Apa itu?
Cuma saya, Tuhan, dan hujan yang tahu.

Sesorean saya sibuk menghirup-hirup bau hujan. Bernapas pelan dan dalam sambil tiduran.
Berharap ada aroma dua hari lalu.
Tapi tidak.
Karena hujannya terlalu lama, yang tercium malah aroma sampah yang terbawa air hujan.
Sungguh tidak sama.

Oh iya, saya juga tidak suka hujan.
Kalau saya adalah Sybil yang punya 16 kepribadian, mungkin kesukaan dan ketidaksukaan saya terhadap hujan akan sama rata bagiannya.
Jadi 8 kepribadian mencintai hujan. Dan 8 kepribadian lainnya membenci hujan.
Tapi saya bukan Sybil.
Saya cuma satu orang, yang kadang suka dan kadang tidak terhadap hujan.

Saya tidak suka hujan kalau dia datang sepulang saya kuliah, membuat sepatu, baju, dan barang bawaan saya basah.
Saya tidak suka hujan ketika hujan membuat janji yang sudah saya nanti-nantikan jadi batal.
Saya tidak suka hujan yang bikin banjir. Sama sekali tidak romantis.
Saya tidak suka hujan kalau disertai suara gluduk-gluduk yang membuat saya harus menutup jendela, mematikan tivi dan laptop karena takut kesamber petir..
Saya tidak suka hujan karena hujan waktu itu membuat kamu pulang duluan sebelum hujannya makin lebat.

Meskipun perasaan saya nggak menentu terhadap hujan, bagi saya hujan adalah nyanyian pengantar tidur yang indah.
Lullaby.
Ssstt....

Kamis, 26 Agustus 2010

Jadwal Kuliah Semester 5

Kamis, 26 Agustus 2010


  1. Berpikir Kritis dan Psikologi :Jumat, 19.00-21.00-H. 107
  2. Metode Assessment Centre: Senin, 10.00-11.40 - C. 308
  3. Metode Observasi dan Wawancara: Rabu, 08.00-10.30 & Jumat, 09.00-11.30 - H. 308 & H. 107
  4. Psikologi Abnormal: Senin, 08.00-09.40 - H. 104
  5. Psikologi Klinis dan Kesehatan: Rabu, 13.00-15.30 - H. 308
  6. Psikologi Konsumen: Kamis, 14.00-16.30 - H.216
  7. Psikologi SDM: Selasa, 13.00-15.30 - H. 104
  8. Psikometri: Selasa, 08.00-11.20 - H. 103

Bismillah..

Jadwal di atas adalah jadwal kuliah saya semester 5.
Haha, pentingkah buat kalian baca?
Jika tidak, sudahlah..tutup saja jendela ini.

Saya berharap semoga semester depan nilai saya jauh jauh jauh jauh jauh lebih baik daripada semester lalu (jauhnya lima kali).

Semester lalu kuliah saya kacau banget.
IP saya anjlok sebesar 0,3.
Saya siyok, meskipun sudah menyangka akan terjadi hal itu karena sepanjang semester empat saya malesnya minta ampun.

Saya mau jadi mahasiswa baik-baik semester depan.
Mau belajar yang rajin. Mengerjakan tugas tepat waktu. Tidak prokras. Tidak malas. Tidak merokok. Tidak bergaul bebas. Tidak mabok-mabokan. Tidak nyetir sambil ngantuk. Tidak melanggar lampu merah. Tidak mencuri. Tidak membunuh. Tidak gentayangan.
(Halah, ini mahasiswa apa mantan narapidana ya?)

Untuk semester ini saya dapet 20 sks.
Padahal tempo hari saya nyaris cuma dapet 16 sks. Saya hampir aja ngelamar jadi pembantu di arab buat ngisi waktu saya yang luang banget. Tapi untungnya nggak jadi. Saya belum siap berbicara sama unta setiap hari. Juga belum siap disuruh tari perut sama majikan. Haha.

Doakan saya ya bisa oke oke saja di semester depan. Amin amin!

Pesan dari Mister-Ius: akhir-akhir ini saya sedang tidak aktif untuk mecurahkan isi hati di sini. Bagi yang kangen, panggil nama saya tiga kali di depan cermin, putar badan tujuh kali, jongkok lima detik, kemudian berdiri dan lompat-lompat. Kita ketemu di mimpi.

Jumat, 20 Agustus 2010

Mimpi

Jumat, 20 Agustus 2010

Kemarin malam Jumat, sekarang malam Sabtu.
Kalau dunia masih berlanjut, besok malam Minggu.
Kalau tidak, saya tidak tahulah.
Tanyalah pada Pemilik Hari.

Malam Jumat biasanya ada Masih Dunia Lain.
Kenapa deh saya ini suka banget ngomongin Masih Dunia Lain. Padahal saya enggak dibayar buat promosi loh.
Coba kalo dibayar. Asik banget.

Tapi kemarin nggak ada.
Dunia Lain-nya, bukan bayarannya.

Mungkin karena bulan puasa. Kata ibu saya kalau bulan puasa, setan-setannya pada dipenjara. Jadi nggak bisa ikutan akting di tivi.

Kemarin gantinya jadi Gara-gara Magic.
Ada Demian. Demian yang ganteng itu. Demian sang Illusionis.

Demian ganteng, tapi sayang udah punya istri.
Kalo belum, mungkin dia ganti nama jadi Demian sang Resepsionis.

Saya sedang iri. Iri hati sekali sampai mau menangis.
Saya iri sama awan.
Awan bisa lari-larian kemana-mana. Ke atas rumah, ke balik gunung, bahkan sampai keluar negeri. Tanpa pasport, tanpa visa.
Nggak perlu nunggu kereta atau bis.
Nggak perlu takut kehabisan tiket mudik.
Nggak perlu khawatir bakal dicolak-colek di busway atau krl.

Eh kamu tau sekarang ada gerbong khusus wanita di kereta ekonomi ac di jakarta?
Sudah?
Ya udah, saya kira belum tau.

Saya iri sama lilin.
Lilin setelah abis dipake bisa didaur ulang nggak sih?
Biasanya lilin bekas pakai langsung saya buang.
Jahat ya?
Padahal lilinnya udah baik banget nemenin saya kalau mati lampu.
Sampai meleleh habis.
Tapi dia nggak pernah marah.

Saya iri juga sama mimpi.
Kadang mimpi saya bagus banget sampai rasanya sedih karena kebangun.
Saya pernah mimpi berdiri di depan gedung Universitas Leiden di Belanda.
Rasanya luar biasa. Sampai sujud syukur.

i wish i can be there :)

Terus tiba-tiba bangun, padahal saya belum sempet masuk ke dalamnya.
Semoga Alloh melanjutkan mimpi saya di dunia nyata.
Amin!

Ya ampun, ini benar-benar nggak jelas. Maaf ya..
Tolong itu ikut diamini saja doa saya yang ditulis dengan tinta biru.

Rabu, 18 Agustus 2010

Sepulangnya Malam Ini


Rabu, 18 Agustus 2010

Berbicara itu menyenangkan.
Apalagi jika kamu berbicara kepada orang yang tepat.
Yang bisa mengerti apa yang kamu omongkan tanpa harus mikir.

Menulis itu juga menyenangkan.
Melihat kata demi kata yang muncul di layar sementara jari kamu berketak-ketuk di atas keyboard.

Saya bukannya tukang bicara ataupun tukang menulis.
Saya cuma suka berbicara dan menulis.

Saya suka menulis dan berbicara malam-malam karena malam itu tenang dan ada bulan.

Saya suka menulis dan berbicara pagi-pagi karena pagi hari udaranya sejuk dan saya masih bisa main-main sama selimut saya.

Saya suka menulis dan berbicara siang-siang karena siang adalah waktunya beraktivitas dan bersemangat hore-hore.

Saya suka menulis dan berbicara sore-sore karena waktu sore adalah waktu yang santai, saat semua orang sudah pulang, mandi, dan duduk manis nonton tivi.

Jadi intinya, semua waktu itu indah enggak ada alasan untuk tidak melakukan sesuatu.

Saya suka bercerita. Banyak bahan cerita yang bisa saya sampaikan.
Apalagi kalau saya mulai bercerita tentang dia, kamu, dan mereka.

Saya bukanlah story-teller.
Cerita Keong Mas pun saya tak hafal urutan ceritanya. Saya cuma hapal lagu Keong Racun.
Tapi itu bukanlah sebuah cerita.

Saya cuma orang yang suka ngelamun dan berbisik-bisik ke notes saya.
Bercerita (lagi) tentang dia, kamu,dan mereka.

Saya ingin berterimakasih kepada orang yang mau mendengarkan saya.
Dia, kamu, dan mereka: terima kasih ya...
Salam kecup dan cinta seluas samudra.

Selasa, 17 Agustus 2010

Postingan Tujuhbelasan


Hallo, my name is Azizah. I'm Indonesian and I'm not a terrorist.

Sekarang Indonesia ulang tahun ke 65.
Sudah tua meskipun lebih tua eyang saya.
Jadi saya ucapkan:
Selamat ulang tahun Indonesia. Semoga kau bisa membuat kami makin mencintaimu. Wish you all the best!

Saya lahir di Indonesia.
Saya orang Indonesia tulen, nggak ada unsur-unsur bulenya sama sekali meskipun banyak yang bilang Bapak saya kayak orang Arab.

Sejak kecil saya ngomong pake bahasa Indonesia. Bahasa Jawa juga.
Kalau ngomong bahasa Inggris saya gagap sendiri. Keliatan kan betapa saya cinta bahasa Indonesia.

Saya tau Indonesia pernah dijajah Belanda dan Jepang.
Tapi saya tetep pengen sekolah di Belanda.
Biar pinter trus jadi orang kaya.
(Benar-benar cita-cita anak kecil :P)

Meskipun termasuk dalam golongan orang yang belum bisa menikmati kekayaan Indonesia, saya mencintai Indonesia apa adanya.
Negara mana lagi sih yang punya ribuan pulau selain Indonesia?
Jutaan spesies flora fauna yang nggak ada di tempat lain?
Cuma di sini, Indonesia.

Mungkin klise banget saya ngomong kayak gitu.
Sementara di sekitar saya tinggal masih banyak sekali orang yang enggak bangga dengan produk sendiri.
Masih malu pake batik misalnya.
Atau nganggep lagu keroncong dan campursari itu cupu.
Atau milih liburan ke luar negeri sementara tempat wisata di negeri sendiri masih belum dikunjungi.

Yah di antara orang-orang itu, ada saya.
Nggak munafik dong.
Saya nggak sebegitu cintanya sama Indonesia sampai menutup diri dari budaya luar.
Saya masih nonton X-men, Harry Potter, baca novel terjemahan, dll.
Saya nggak kemana-mana pake batik, rambut disanggul, dan nari di jalan.
Tidak, tidak seekstrim itu.

Selama 65 tahun ini, rakyat Indonesia selalu mendoakan negerinya untuk jadi lebih baik di tahun berikutnya.
Tapi sayangnya, dari tahun ke tahun doanya sama terus.
Itu berarti belum ada yang terwujud.
Jadi sedih..

Padahal menurut saya, untuk bisa mewujudkan Indonesia yang sesuai harapan, cukup satu tindakan kecil: cintailah Indonesia dengan tulus.

Cintai budayanya, maka kita pasti bersedia melestarikan.
Cintai alamnya, maka kita pasti akan bangga.
Cintai orangnya, maka kita nggak akan naksir sama bule-bule di tivi.

Saya sering main di omegle.com, iseng-iseng chatting buat ngisi waktu.
Tiap ditanya dari mana, saya selalu ngaku dengan jujur kalo saya dari Indonesia.
Dan tahukah anda,
hampir 70% orang yang chatting dengan saya langsung memutuskan hubungan.

Saya dicampakkan sodara-sodara.
Betapa sakit dan pedihnya hati ini rasanya.

Selain itu, ada yang bilang bahwa dia nggak tau Indonesia.
Dengan senang hati saya menjelaskan, promosi sampai berbusa.
Senang rasanya bisa memperkenalkan Indonesia meskipun lewat cara yang agak nggak penting gitu..

Yang lain, yang nggak memutuskan hubungan ataupun tanya-tanya tentang Indonesia agak-agak parah.
Mereka mencaci maki, bikin saya keki dan sedih.
Misalnya gini:
- Indonesia? Poor you..
- Are you starving?
- What the hell of Indonesia?!
- dll


Plis deh, Indonesia kan nggak gitu-gitu amat.
Yah meskipun di sana-sini masih banyak anak yang busung lapar dan putus sekolah karena kekurangan biaya, tapi itukah yang mereka lihat dari kita?
Kalo iya, betapa malangnya..

Saya, sebagai orang Indonesia, alhamdulillah hidup berkecukupan. Makan tiga kali sehari dan tidak kelaparan.

Sebagaimana anak Indonesia yang punya cita-cita tinggi, saya ingin suatu saat nanti bisa membantu Indonesia.
Mungkin saya nggak pinter politik, nggak bisa bikin penemuan baru, nggak secerdas Habibie.
Makanya saya nanti mau jadi orang kaya aja.
Kaya ilmu, kaya harta, kaya akhlak.
Biar bisa berbagi.
Amin.

Oya, tadi pas jalan-jalan di fesbuk, saya nemu link ini di profil temen: Negara Terkaya di Dunia.
Isinya bikin miris. Sedih.

Ini saya kutipkan puisi yang ada di dalamnya:

Judulnya Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia

Suatu hari Tuhan tersenyum puas melihat sebuah planet yang baru saja diciptakan- Nya. Malaikat pun bertanya, "Apa yang baru saja Engkau ciptakan, Tuhan?" "Lihatlah, Aku baru saja menciptakan sebuah planet biru yang bernama Bumi," kata Tuhan sambil menambahkan beberapa awan di atas daerah hutan hujan Amazon. Tuhan melanjutkan, "Ini akan menjadi planet yang luar biasa dari yang pernah Aku ciptakan. Di planet baru ini, segalanya akan terjadi secara seimbang".

Lalu Tuhan menjelaskan kepada malaikat tentang Benua Eropa. Di Eropa sebelah utara, Tuhan menciptakan tanah yang penuh peluang dan menyenangkan seperti Inggris, Skotlandia dan Perancis. Tetapi di daerah itu, Tuhan juga menciptakan hawa dingin yang menusuk tulang.

Di Eropa bagian selatan, Tuhan menciptakan masyarakat yang agak miskin, seperti Spanyol dan Portugal, tetapi banyak sinar matahari dan hangat serta pemandangan eksotis di Selat Gibraltar.

Lalu malaikat menunjuk sebuah kepulauan sambil berseru, "Lalu daerah apakah itu Tuhan?" "O, itu," kata Tuhan, "itu Indonesia. Negara yang sangat kaya dan sangat cantik di planet bumi. Ada jutaan flora dan fauna yang telah Aku ciptakan di sana. Ada jutaan ikan segar di laut yang siap panen. Banyak sinar matahari dan hujan. Penduduknya Ku ciptakan ramah tamah,suka menolong dan berkebudayaan yang beraneka warna. Mereka pekerja keras, siap hidup sederhana dan bersahaja serta mencintai seni."

Dengan terheran-heran, malaikat pun protes, "Lho, katanya tadi setiap negara akan diciptakan dengan keseimbangan. Kok Indonesia baik-baik semua. Lalu dimana letak keseimbangannya? "
Tuhan pun menjawab dalam bahasa Inggris, "Wait, until you see the idiots I put in the government." (tunggu sampai Saya menaruh 'idiot2' di pemerintahannya)

Kamis, 12 Agustus 2010

Pago Pago

Saya nggak tau siapa yang mengubah settingan waktu blog saya sehingga jadi tercatat sekarang tanggal 11 Agustus dan saya tinggal di Pago Pago.
Mungkin karena saking canggihnya saya, saya jadi bisa meloncat ke masa lalu dan sekaligus pindah tempat.

Ngomong-ngomong, saya nggak tau Pago Pago itu dimana. Bahkan saya baru dengar ada tempat yang namanya Pago Pago.
Sungguh aneh namanya.
Saya jadi mikir kalo ada negara yang namanya Choki Choki. Pasti saya akan betah tinggal di sana karena banyak pasta coklat gratisan. Tapi apakah nanti kotoran ayam juga berupa pasta coklat?
Oh tidak, mending saya pikir-pikir lagi.

Karena saya penasaran tentang Pago Pago, maka saya bertanya kepada mbah Google.
Mbah Google ini pintar, tanyakan apa saja dan dia bakal jawab.
Saya mau kalo udah embah-embah nanti bisa sepintar mbah Google. Tentunya nanti saya nggak bakalan kalah gaul sama cucu saya.

Begini jawaban mbah Google:
Pago Pago adalah ibu kota Samoa Amerika. Ada bandara internasional dan pelabuhan terbesar di seluruh pulau Tutuila. Saat ini ada lebih dari 3600 orang.
Di kota ini ada sejumlah tempat-tempat wisata, seperti Huvalu Hutan km 543, Hio Pantai km 531, Limu km 530, Matapa km 528, Talava Arch km 528, Niue Golf dan Olahraga Klub km t540, Salamumu Pantai km 135, Fakaofo Village km 549.


Apa maksudnya itu?
Saya juga tidak tau.

Bahkan mbah Google-pun tidak dapat memberikan jawaban yang jelas.
Saya jadi tambah bingung.

Selain itu, saya juga nemu video tentang Pago Pago. Judulnya Neoton Pago Pago.
Bisa dilihat di sini.

Video itu isinya orang Pago Pago yang nyanyi-nyanyi dan joget-joget.
Memang awalnya agak horor, ada cewek rambut pirang yang di-syut kepala bagian belakangnya, terus kemudian dia berbalik dan nyanyi: aaaa..aaaa...pagoooo pagoooo.
Lalu dia dan teman-temannya bergoyang-goyang.

Saya enggak mudeng sebenernya. Tapi ya kira-kira begitulah: nyanyi-nyanyi dan joget-joget.

Bahasa Pago Pago seperti ini:
Kellett egy ilyen is akkoriban. Én még nem hánytam a pago pagótól, sőt, hányingerem sem volt. Így jó, nem vagyunk egyformák. Köszi a hozzászólást!

Artinya:
Kellet ingin makan telur asin tapi dia alergi sama kulit telur.
Jadilah dia terpaksa pergi ke pulau Pago Pagotol karena di sana ada dukun beranak berijazah yang suka warna ijo dan punya ramuan hozzászólást!.
(Saya ngarang, tolong jangan dipercaya.)

Setelah tau hal itu semua, saya jadi bersyukur bahwa saya tidak benar-benar tinggal di Pago Pago.
Saya nggak bisa bahasa Pago Pago.
Bagaimana saya bisa bertahan hidup kalau ngomong aja nggak bener.
Masa iya saya harus pake bahasa tarzan tiap mau ngomong sama orang lain?
Sungguh tidak keren.

Tetapi di balik semua itu, Pago Pago adalah tempat wisata yang oke.
Ini foto-foto yang saya ambil dari si embah:


bagus ya?




Nah, ini foto penduduk asli Pago pago:


Sungguh mirip sama orang Papua --"

Entah kenapa settingan blog saya berubah sendiri, saya belum tau.
Mungkin ini adalah pertanda bahwa suatu hari nanti saya bakalan berkunjung ke Pago Pago.
Semoga di sana makanannya enak-enak dan penduduknya bukan kanibal.

Fenomena

Berhubung di masa ini hampir semua orang udah punya ponsel dan punya akun di jejaring sosial, maka kayaknya komunikasi lebih sering lewat bahasa tulis. Elektrik tentunya.
Sekarang udah nggak jamannya lagi kirim-kiriman berita lewat surat.
Lama soalnya.

Kalo dipikir-pikir, kasian juga pak pos dan segenap staff keluarganya.
Udah jarang banget orang yang pake jasa pos.
Saya salut sama perusahaan yang masih pake jasa Pos Indonesia.
Misalnya telkomsel. Tiap bulan bapak saya selalu dikirimi tagihan kartu Halo-nya lewat pos.
Jadi seenggaknya ada satu surat yang dateng ke rumah tiap bulan.

Padahal dulu jaman SD saya masih main surat-suratan sama sahabat pena saya.
Namanya Nastiti, Ikajati, dan Intan.

Kami surat-suratan dengan polosnya.
Nanyain kabar dan tukar-tukaran foto.
Saya selalu seneng tiap ada pak pos datang dan manggil-manggil: Azizah, azizah.
Oh, serasa dapet wesel dari pak lurah.

Sebenernya saya enggak mau ngomongin tentang pak pos. Karena saya tidak tahu menahu tentang kehidupan pak pos yang sebenarnya.
Bisa jadi mereka udah punya bisnis rahasia sendiri dan sekarang lebih kaya raya daripada pas jadi tukang pos.

Saya mau ngomongin tentang bahasa tulis yang sering kita pakai.

Kita mulai saja. Cekidot:

1. Kategori Alay
Saya nggak akan bahas apa definisinya karena bosen. Dan pastinya hampir semua orang udah pada tau.
Menurut saya alay adalah salah satu jenis kejahatan. Dan saya berharap itu segera dibasmi dari muka bumi.

Saya heran bagaimana bisa orang nulis dengan huruf gede kecil campur angka. Salut juga sih sama kegigihan mereka mengkombinasikan angka dan huruf sambil jarinya pencet-pencet shift berkali-kali.
Pasti mereka udah profesional banget jadi tukang ketik kelurahan.
Nggak kayak saya yang sampai saat ini masih saja ngetik pake jari telunjuk aja.
Benar-benar amatir.

2. Kategori Lebay
Ini juga kejahatan.
Tapi setingkat lebih rendah daripada alay.
Sementara alay bisa menyebabkan kejang-kejang berlebihan dan mulut keluar busa, kejahatan kategori ini hanya menyebabkan mata kita muter-muter karena kebanyakan baca apdetan orang yang bersangkutan.

3. Haha, hihi, dan hehe
Dulu ada temen kuliah saya yang sudah pernah bahas tentang penggunaan kata "haha, hihi, dan hehe" ini.
Saya bahas lagi di sini, seinget saya aja (seperti yang telah kita ketahui, saya punya penyakit lupangitis meningitis).

Banyak orang yang tiap komen di status orang pasti menyertakan kata ini di belakangnya.
Mungkin maksudnya untuk memperhalus kalimat yang tadi ditulis.

Coba rasakan bedanya:
1. Hei, kamu bau deh! Dasar tukang kentut!
2. Hei, kamu bau deh! Dasar tukang kentut! Hahahaha...

Di kalimat nomor satu, kesannya nuduh banget bahwa orang itu tukang kentut.
Nggak ada orang yang mau dikatain tukang kentut. Pasti dia bakalan sakit hati dan mungkin nanti bisa bunuh diri. Ini terlalu beresiko. Menyangkut hidup matinya seseorang, kan?

Nah dikalimat nomor dua, bisa diliat itu cuma bercandaan.
Soalnya ada hahaha-nya.
Jadi orang yang dikomenin juga bakal ikut "hahaha" di dalam hati.
Marahnya ilang, nggak jadi bunuh diri deh. Hore!

Dari sedikit bahasan di atas, jelaslah sudah bahwa kata haha, hihi dan hehe sangatlah penting dalam bahasa tulis.
Sekarang malah nggak cuma tiga itu saja.

Ada banyak variasi yang diciptakan. Rasa keju, pedes manis, jagung, jagung pedes, balado, dan sebagainya.
Oh bukan, itu lanting.

Variasi ketawa misalnya: hohohoho, hwahahaha, wkwkkwkw, gagagaggaga, kikikikikik.
Yang terakhir itu ketawanya mbak kunti yang punggungnya bolong. Jangan dipakai sembarangan.

4. Emoticon
Fungsinya untuk meperjelas maksud kalimat kita.
Jaman sekarang nggak gaul kalo nggak pake emoticon. Kesannya hampa dan hambar. Seperti sayur tanpa garam.

Di sini saya kasih contoh lagi:
1. Ya ampun bajunya lucu banget.
2. Ya ampun bajunya lucu banget >.<...

Kalimat pertama terkesan sangat datar. Tanpa ekspresi.
Bayangkan kamu lagi ngomong sama seseorang yang nggak punya ekspresi.
Rasanya pengen ngeludahin.

Makanya dipakai emoticon kayak di kalimat kedua, yang kalo nggak salah artinya oh-so-cute atau gemes banget.

Contoh emoticon yang sering dipakai dan artinya:
:) senyum
:D ketawa
:( sedih
:'( sedihnya pake nangis
:') terharu
:P melet-melet
;) flirting
:* kiss
:@ ngambek
:9 yummy
--", -____-, -_-" cape deh
^.^ senang
T.T nangis

aduh masih banyak deh, pusing.

Catatan Penulis

Kamis, 12 Agustus 2010

Dari kemarin saya bertanya-tanya, apakah rasa lapar mempengaruhi pola berpikir kita?
Dan kayaknya jawabannya iya.

Temen saya nulis di blognya bahwa dia adalah Ranger Pink.
Bukan cuma dia sebenernya yang pernah ngaku-ngaku jadi power rangers.
Banyak temen saya yang kayak gitu.
Bahkan ada yang udah bikin kelompok ranger.

Sebenernya saya mau ikutan jadi power ranger.
Tapi karena udah banyak, saya jadi enggak minat lagi.
Saya enggak suka disama-samain.
Saya mau jadi superhero yang lebih keren.
Yang rendah hati dan pas berubah nggak ketauan.

Lagipula kalau jadi power ranger saya harus pake seragam ketat yang warnanya norak.
Terus loncat sana-sini membasmi kejahatan.

Ah, mendingan saya jadi Gordon yang tinggal di markas aja.
Tapi saya enggak mau tinggal di tabung.
Saya mau jadi Gordon-women yang bebas jalan-jalan, belanja, dan makan bakso.

Kalau power ranger pas berubah kan pake jam tangan itu ya kalo nggak salah?
Saya enggak mau gitu.
Terkesan sombong sekali kalau tiba-tiba lagi jalan di mall terus tiba-tiba ada kejahatan menyerang bumi, lalu saya pencet-pencet jam tangan saya dan berubah di tempat umum.

Saya rasa saya bakal disangka tukang sulap terus ditepuktangani sama orang-orang.
Prok-prok-prok.

Saya mau jadi superhero yang gaul.

Ingat tuyul dan mbak yul?
Si tuyul itu bisa ngilang kalau dia buka kaos.
Saya juga nggak mau buka kaos di tempat umum.
Malu.

Jinny oh jinnny bisa ngilang cuma dengan menangkupkan tangan dan mengangguk. Cling, dia ilang.
Tapi itu enggak canggih.

Saya mau berubah dengan salto.
Keren sekali kan kelihatannya kalau tiba-tiba lagi jalan santai terus tiba-tiba saya salto dan berubah jadi superhero.
Uh waw..

Tapi ngomong-ngomong, saya nggak bisa salto.
Mungkin saya akan kursus dulu.

Oya, saya suka banget iklan Axis edisi Ramadan.
Saya jatuh cinta sama cowok di iklan itu, karena tampangnya bego sekali.
Sepertinya gampang dibodohi. Haha. Kasian.

Sebenarnya jadi superhero bukan cita-cita utama saya.
Cita-cita saya jadi psikolog kayak Virginia Satir.

Saya juga mau belajar hipnotis.
Nantinya saya akan lebih canggih daripada uya kuya.

Kenapa sih om kuya nggak direkrut aja buat menyelesaikan kasus video porno ariel?
Kan gampang, tinggal hipnotis terus tanyain.
Nggak usah pakai lama. Soalnya saya bosen tiap liat tivi pasti beritanya itu-itu melulu.

Pesan sponsor: Jadilah trendsetter, bukan follower.
Kalau ada yang ikutan kamu, berarti kamu beda dan keren. Berbanggalah. Haha.
Salam piss, love, and gaul!