Rabu, 08 September 2010

Malam-malam Hujan Sore


Hujan.
Kemarin, kemarin lusa, dan hari ini hujan. Langit seperti menangis saking banyaknya air yang tumpah.
Dan dua hujan terakhirku cantik sekali.
Karena ada kau bersamaku menunggu terang.

Yah, sebenernya kalimat pembuka di atas agaklah lebay melambai.
Saya yakin kalimat itu nggak ada artinya apapun buat anda. Tapi buat saya dan para alter ego saya, itu berarti sangat banyak. Biarlah saja, ini dikarenakan disorientasi karena saya lama nggak nulis. Harap maklum kawan.

Saya suka hujan. Saya tidak suka hujan.
Saya plin plan. Ya.

Saya suka hujan karena bau tanah yang tersiram hujan mengingatkan saya pada rumah, buku yang baru dibuka, dan selimut hangat.
Saya suka hujan karena kita bisa menangis di bawah hujan. Tidak ada orang yang mau repot-repot membedakan apakah itu air mata atau air hujan. Toh sama saja basah.
Saya suka hujan karena bisa dijadikan alasan untuk tidak datang ke janji yang menyebalkan (kalau ada).
Saya suka hujan karena hujan membuat saya sah-sah saja untuk lebih lama tiduran di kasur dan minum susu hangat.
Saya suka hujan karena waktu hujan itu kita menunggu di halte yang sama, meskipun lidah saya kelu karena tak sanggup bicara kedinginan.
Saya suka hujan karena berharap setelahnya ada pelangi dan saya bisa kebagian duit dari guci harta karun yang disembunyikan kurcaci.

Kadang kalau lagi labil saya suka menjulurkan tangan saya keluar jendela. Menadah hujan. Berharap dengan seperti itu saya bisa ikut meleleh ke tanah bersama hujan.
Sayangnya akhir-akhir ini saya sering sekali kambuh labilnya. Sayangnya juga di kostan saya nggak ada jendela buat main leleh-lelehan kayak gitu.
Dan di rumah saya nggak bakal sempet mainan hujan karena terlalu sibuk menjadi Ijah Pelayan Seksi.
Kasian ya?
Iya memang, begitulah nasib.

Sore ini juga hujan. Tapi tidak cantik.
Langitnya terlalu cengeng hari ini. Terlalu banyak air yang tumpah.
Hujan merah, hujan hijau, dan hari ini (mungkin) hujan jingga.
Apa itu?
Cuma saya, Tuhan, dan hujan yang tahu.

Sesorean saya sibuk menghirup-hirup bau hujan. Bernapas pelan dan dalam sambil tiduran.
Berharap ada aroma dua hari lalu.
Tapi tidak.
Karena hujannya terlalu lama, yang tercium malah aroma sampah yang terbawa air hujan.
Sungguh tidak sama.

Oh iya, saya juga tidak suka hujan.
Kalau saya adalah Sybil yang punya 16 kepribadian, mungkin kesukaan dan ketidaksukaan saya terhadap hujan akan sama rata bagiannya.
Jadi 8 kepribadian mencintai hujan. Dan 8 kepribadian lainnya membenci hujan.
Tapi saya bukan Sybil.
Saya cuma satu orang, yang kadang suka dan kadang tidak terhadap hujan.

Saya tidak suka hujan kalau dia datang sepulang saya kuliah, membuat sepatu, baju, dan barang bawaan saya basah.
Saya tidak suka hujan ketika hujan membuat janji yang sudah saya nanti-nantikan jadi batal.
Saya tidak suka hujan yang bikin banjir. Sama sekali tidak romantis.
Saya tidak suka hujan kalau disertai suara gluduk-gluduk yang membuat saya harus menutup jendela, mematikan tivi dan laptop karena takut kesamber petir..
Saya tidak suka hujan karena hujan waktu itu membuat kamu pulang duluan sebelum hujannya makin lebat.

Meskipun perasaan saya nggak menentu terhadap hujan, bagi saya hujan adalah nyanyian pengantar tidur yang indah.
Lullaby.
Ssstt....

9 komentar:

  1. bagus banget ni puisi.
    sepertinya kita mempunyai kebiasaan yang sama bila hujan mengguyur bumi ini.

    BalasHapus
  2. terimakasih :)
    semoga kebiasaan kita itu ada terus-terusan dan hujan nggak pernah bosan sama kita

    BalasHapus
  3. hahahahhaaa saya juga suka hujan...ketika hujan saya berharap melihat para malaikat yg menjaga stiap tetesan hujan..=))

    BalasHapus
  4. ohya,sy minta fotonya....mksi..

    BalasHapus
  5. linda saphire blue25 November 2010 07.25

    sista...
    kesukaan dan ketidak sukaan kita sama!!
    hujan membawa kedamaian dan ketenangan disaat kita sendiri, begitu pula disaat kita berlindung dibawah payung tetesan2 kristal itu bgitu indaah... serasa berada di belahan bumi yang lain!!hehe

    BalasHapus
  6. like this kk...
    izin copas....karena q juga suka hujan.. :D

    BalasHapus
  7. like this kk...
    izin copas....karena q juga suka hujan.. :D

    BalasHapus
  8. boleh, asal jangan lupa cantumkan sumber :D

    BalasHapus