Tampilkan postingan dengan label Koleksi November. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koleksi November. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 November 2010

Grief

duka seperti mendung di atas kepala
menggelayut seperti kabut
lalu memudar luruh
tapi kita bisa lari darinya
atau mendekam disana selamanya



selamat jalan pahlawan tanpa tanda jasa
bapak Mujiman dan bapak Wahyudi
semoga amal ibadah beliau diterima di sisiNya
maaf saya dulu murid yang bandel :')

Kamis, 25 November 2010

Today is My Day

bismillahirrohmanirrohim :)

Dengan perasaan yang setengah setengah, saya umumkan bahwa hari ini saya berusia 20 tahun.
Sudah tua ya?
Saya senang, karena ini berarti Alloh masih sayang banget sama saya dengan memberikan keberkahan usia hingga saat ini.
Ini berarti saya semakin dewasa.
Ini berarti saya memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Tapi saya sedih juga.
20 tahun berarti sudah bukan belasan, sudah kepala dua.
Sudah waktunya mandiri.
Sudah berkurang lagi jatah saya hidup saya di dunia ini.
Sudahkah saya menabung dengan cukup?

Hmm...saya bahkan tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
Saya hanya bisa berjanji untuk menjadi lebih baik segala-galanya.
Lebih dekat kepadaNya.
Lebih mensyukuri setiap tetes nikmatNya.
Insha Alloh, saya mohon doanya.

Hari ini untuk ketiga kalinya saya berulang tahun jauh dari orang tua. Sendirian di rantau.
Tapi saya bersyukur dengan amat sangat karena banyak sekali orang-orang spesial di hidup saya.
Rasanya hangat, seperti berbaring di balik selimut berbau pewangi pakaian.

Saya berterimakasih atas ucapan-ucapan, kado, surprise party, lagu, dan doa yang kalian berikan.
Saya berterimakasih atas cinta dan ketulusan di dalamnya.
Saya berterimakasih atas telpon di tengah malam yang membuat saya tidur dengan mengulum senyum.
Saya suka sekali dengan kalimat sms yang saya terima:
" you are not getting older, you're just getting better"
terimakasih sayaaang :)

Saya tahu mungkin beberapa ucapan yang saya terima hanya hasil copy paste, atau hanya sekedar kewajiban menuliskannya karena nama saya muncul di timeline.
Nggak apa kok, saya tetap sangat senang karenanya.
Saya mengamini setiap kata yang tertulis, setiap ucapan yang terdengar.

Kayaknya itu semua yang bikin saya suka ulang tahun.
Horeee! Welcome 20 :)

Rabu, 24 November 2010

Last Day of 19

hari terakhir loh, terakhir.
saya nggak bisa lagi nulis identitas di form dengan umur belasan, hiks
(gak penting ya?)

oya, saya habis keliling jakarta dengan sotoy dan jatoh dari motor.
(gak penting juga)

aduh apa dong yang penting?

Selasa, 23 November 2010

Episode Pusing

bulan merah, kayak tomat.
sepatuku merah, kena lumpur bekas hujan.
kalau kamu coba berjalan di atas garis lumpur bekas jejak sepatu saya, kamu bakalan tahu bagaimana rasanya.
tapi jangan melenceng segarispun, jangan pakai melirik juga.
kalau perlu pakai kacamata kuda, biar kamu tidak bisa lihat kiri kanan.
biasanya 1 berpasangan dengan 2 dan selanjutnya ada 3.
tapi tidak ada tiga, hitungan saya terhenti.
cuma satu dua-satu dua.
nggak mulai-mulai.
jadinya saya diam saja.
ini namanya episode pusing.

Pura-pura

Mari malam ini kita main pura-pura.
Pura-puranya saya nulis postingan ini tanggal 22 November kemarin.
Pura-puranya malam ini saya tidak kehujanan sampai basah dan kedinginan.
Pura-puranya saya langsung tidur di kasur yang hangat dan bukannya bengong dulu di kantin asrama sampai baju saya kering lagi.
Pura-puranya saya langsung pulang ke kostan dan meringkuk di bawah selimut biru tercinta.
Pura-puranya saya tidak pusing begini dan batuk dan bersin dan ingusan.
Pura-puranya saya masih mampu cari buku buat tugas kuliah.
Pura-puranya saya amoeba, jadi bisa membelah diri jadi dua, yang satu tidur, yang satu cari bahan tugas.
Pura-puranya duit di dompet saya banyak.
Pura-puranya saya tetanggaan sama Tom Felton.

Pura-puranya ini semua pura-pura sehingga tidak ada lagi yang pura-pura melainkan sekedar bualan pura-pura.
Sebenernya pura-pura itu apa?
Saya juga nggak tau, cuma pura-pura tau.

kata "pura" di postingan ini: 35 (pura-puranya)

Minggu, 21 November 2010

Topaz

Saya cuma berbisik dan kamu membalasnya dengan teriakan.
Saya tersenyum dan kamu membalasnya dengan tawa.
Tawa keras ha ha ha yang bikin kuping saya sakit.
Sakit karena lama, terlalu lama menunggu.
Tapi kamu tak datang-datang.
Sampai tik tok tik tok di hati saya sudah memelan bunyinya.
Pelan dan semakin pelan seperti siput berjalan di atas jalan aspal.
Siang hari itu biasanya sangat panas, tapi hujan kadang tak sopan.
Tiap hujan saya ingat warna-warni kaosmu.
Tiap hujan saya ingat perkedel harga seribu.
Namun kali ini saya ingat hujan saja.
Saya menulis namamu berkali-kali di kertas itu.
Di kertas yang mungkin sudah dibuang satpam karena dianggap sampah.
Padahal bukan.
Dia tidak tahu sih kamu bukan sampah. Yah buat saya sih kamu bukan sampah.

Apa kabar topaz?

Sabtu, 20 November 2010

Apa Ya - sesi 2


saya pusing gara-gara tidak disadarkan dengan baik dan benar setelah trance (kayaknya).
ceritanya besok aja deh. kan pusing.
saya mau tidur aja deh. kan pusing.
sudah ya. kan pusing.

Jumat, 19 November 2010

Apa Ya

Akhirnya saya kesampaian juga nonton Harry Potter and The Deathly Hallows-Part1 bulan November ini.
Selamat ya nak, kamu nggak jadi tukang ngences nantinya.



PS: itu tempat duduk depan sendiri. Pegel lehernya. Dont try that at home.

Kamis, 18 November 2010

Kisah Dongeng


Halo, saya Cinderella. Saya baru saja punya sepatu kaca baru. Pas sekali di kaki.
Malam ini waktunya dansa sama pangeran, tapi kok tidak ada bel berdentang jam duabelas tengah malam.
Saya jadi kesiangan (atau kepagian ya?).
Saya segera berlari hup hup hup.
Seharusnya sepatu saya lepas di tangga supaya pangeran bisa cari saya.
Tapi sepatu saya nempel, masih nempel di kaki sampai saya tiba dengan selamat di kamar saya.
Saya bilang: yaaaah...nasib.

Esoknya dan esoknya saya menunggu pangeran datang, ditemani tujuh kurcaci teman saya yang baik hati dan tidak sombong. Kami menari di hutan dan berbicara dengan burung-burung: hei siapa yang paling cantik di hutan ini? Hei, apakah pangeran berkunjung kesini?
Mereka bilang: kuk kuk kuk kuk yang artinya ooooooh, cinderella, hati-hati jangan makan apel sembarangan.

Tapi saya suka suka suka sekali sama apel.
Suatu hari ada seorang nenek yang jualan apel di hutan. Saya senang sekali dan saya panggil dia. Nenek-neneknya agak serem tapi dia baik hati karena dia kasih saya apel satu gratis.
Kurcaci bilang jangan makan. Burung bilang jangan makan. Tapi saya mau makan.
Jadinya saya makan apelnya, dan.........................

Saya bingung.
Saya terbangun di kamar yang super indah.
Saya masih pakai sepatu kaca, dua-duanya.
Saya pikir saya kembali ke istana pangeran ganteng. Jadi saya berlari keluar dengan semangat yeah yeah.
Waktu saya buka pintu, ada monster mengerikan. Dia bilang namanya Beast.
Dia bilang sedang menculik saya.
Ooooh, kasian sekali teman-teman saya para kurcaci, mereka pasti harus mengumpulkan uang banyak untuk menebus saya yang diculik ini.
Tapi kenapa? Kenapa Beast yang kaya mau-maunya menculik orang?
Oooooh...

Meskipun jelek, Beast baik hati sekali. Saya selalu makan enak.
Pelayannya banyak. Salah satu pelayan mukanya jahat dan licik, saya tidak suka.
Malamnya dia datang ke saya dan menawarkan dua pilihan: pilih suara indahmu atau sirip ikanmu.
Saya pikir: ih bego banget sih pelayan ini, saya kan nggak punya sirip ikan. Makanya saya langsung pilih suara indah aja.
Eh ternyata benar pelayannya bego.
Saya dapat suara indah dan tidak kehilangan sirip ikan saya (yang emang nggak ada --").
Pelayan itu menyadari kebodohannya dan lari-lari keluar.
Hihihi, dasar kamu bodoh deh.

Mumpung sepi, saya kabur dari jendela dan bernyanyi memanggil burung-burung sahabat saya.
Berhasil! Ada sesuatu yang datang dari langit.
Tapi kok besar sekali ya?
Apa itu?

Aaaaaah, permadani terbang, kenapa bisa terbang?
Permadaninya memanggil-manggil saya untuk naik ke atasnya.
Naiklah saya dan terbaaaaang.
Di atas permadani ada lampu yang cantik sekali, tapi agak berdebu.
Jadi saya bersihkan sedikit. Srek srek...
Tiba-tiba muncul om jin.
Saya tau dia om jin karena saya sering baca di buku dongeng.
Saya udah senang sekali karena bakal dapet tiga permintaan.
Tapi om jin bilang dia cuma akan mengabulkan satu permintaan.
Yah, sayang sekali..

Setelah pikir-pikir, saya bilang ke om jin, saya mau pangeran.
Cling, seketika pangeran muncul dan om jin menghilang.
Senangnya hati Cinderella, akhirnya bisa bertemu pangeran lagi.

A whole new world...

Tapi sebenarnya sampai saat ini Cinderella masih curiga apakah pangeran=om jin atau bukan.

Udahan ah capek.

Rabu, 17 November 2010

Lebaran Ku Sendiri


Saudara-saudaraku semua yang tercinta, jangan pernah meniru saya untuk berlebaran sendirian di kamar kostan.
SEDIH BANGET!
Apalagi nggak ikutan shalat ied. :(

Bangun tidur saya langsung bengong meratapi jendela, bukan jendelanya sebenernya sih.
Saya sibuk ngeliatin orang-orang berduyun-duyun jalan ke masjid. Pake baju-baju bagus. Mukena dan sarung yang bersih dan wangi-wangi. Sekeluarga berombongan.
Huweee, saya sedih dan pengen ikutan, tapi nggak bisa.
Jadinya saya cuma liatin jalannya shalat dari jendela kamar (masjid cuma semenit jalan kaki, jamaahnya meluber sampai ke jalanan depan kostan).

Tapi alhamdulillah, saya masih dikasih kesempatan untuk menikmati suasana lebaran ini.
Semoga tahun-tahun selanjutnya, saya bisa berkontribusi menyumbang hewan kurban, bareng keluarga, amiiiin.

Dengar takbiran sepanjang jalan malam tadi rasanya merinding sekaligus sedih (lagi).
Sengaja saya naik motornya pelan-pelan biar bisa mengamati anak-anak lari-larian di mesjid.
Saya membayangkan sepanjang jalan Cinere-Depok adalah jalan dari Petanahan-Kebumen. Tapi begitu hampir sampai, bukannya melihat Tugu Lawet, saya malah ngeliat jalanan Margonda yang bikin sumpek.
Yaaah, patah hati deh saya.
Ngomong-ngomong, sapi dan kambing dijual kayak kacang goreng semalem.
Dimana-mana ada, di pinggir jalan, di depan rumah.
Saya jadi pengen beli sapi satu.
Tapi duit di dompet tinggal sepuluh ribu. Sebenernya mungkin penjualnya mau kalo saya tuker sama motor. Terus saya pulangnya naik sapi.
Pasti keren banget nyeberang Margonda naik sapi.

Hmmmmm...

Saya kangen Kebumen.
Saya kangen Masjid Darussalam.
Saya kangen gang Teratai.
Saya kangen suasana menjelang shalat ied yang pasti buru-buru.
Saya kangen bapak, ibu, beti, obi, dona.
Saya kangen pake mukena yang bau rumah, dicuci di rumah.
Saya kangen rebutan sandal buat ke mesjid.
Saya kangen liat orang-orang kumpul di depan rumah, bakar sate bareng.
Saya kangen sapi dan kambing (meskipun saya nggak makan dua-duanya).
Saya kangen pulang.
Saya kangeeeen..

SELAMAT IDUL ADHA 1431 H, MAAF LAHIR BATHIN
Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik di hadapanNya.
Amin

Selasa, 16 November 2010

Puisi #2: Kuning

hari ini
berlari kecil sedikit melonjak di depanmu
saya memanja, ingin dilihat dan ingin disapa
hei hei hei
lihat kesini mata elang
mari berpayung bersama
biar kita bisa bicara

Senin, 15 November 2010

H1


Akhirnya hari ini saya tau penyebab kelabilan saya yang terjadi belakangan ini.
Itu semua ternyata karena saya mau dapet tamu bulanan, emang udah tanggalnya sih.
Padahal hari ini niatnya puasa arafah, eh apa daya nggak kesampean.
Dengan begitu berarti pula saya nggak ikut shalat ied pas idul adha nanti.
Bener-bener nggak kerasa lebaran deh, udah gak mudik, gak sholat, gak makan daging pula.
Huks, kasian ya..

Seharian ini sangat sangatlah tidak jelas.
Saya berangkat kuliah dengan separuh hati karena hati saya yang separuh masih tertambat pada kasur di kostan.
Jadi isinya saya cuma bengong di kuliah abnormal.
Saya mengalami:
1. Kehilangan minat pada aktivitas sosial (baca: mengikuti kuliah dan mendengarkan dosen)
2.Meningkatnya kesulitan dalam memenuhi tanggung jawab/tuntutan hidup sehari-hari (saya jadi susah pipis dan males ngomong hari ini).
Dan dosen saya bilang kedua ciri tersebut adalah fase prodromal, awal dari gangguan skizofrenia.
Astagaaa...saya jadi curiga saya menderita skizofren.
Apalagi seharian ini saya mengalami halusinasi melihat kasur dimana-mana --".

Untung pas kuliah selanjutnya ada pemandangan bagus, jadi saya bisa bertahan melewati hari itu dengan penuh perjuangan. Meskipun otak masih tidak sinkron sejalan dengan situasi, setidaknya saya agak 'ngerti' apa yang mas-mas itu presentasikan. Salah sendiri ganteng. Haha..

Sepulangnya saya terseok-seok (nggak juga sih) pulang ke kostan.
Rasanya udah nggak enak banget. Lemes kayak kehabisan darah.
Sampai kostan langsung terkapar di kasur guling-guling gak jelas.
Memang nasib wanita, sakit perut, kram, pegel-pegel.
Saya jadi iri sama temen-temen saya yang sama sekali nggak sakit waktu dapet tamu bulanan.
Enaknyaaaa~

Saya maunya langsung tidur, tapi nggak bisa.
Akhirnya saya ngemil kripik pisang coklat, buat bikin rileks, tapi nggak ngaruh juga.
Saya bolak-balik ke kamar mandi dan muntah-muntah, pusing, mual tiap ada bau makanan.
Sebenernya hamil atau dapet sih, saya juga bingung.
Saya paksain merem dan berhasil, saya tidur.
Dan baru bangun jam delapan (buset).
Sungguh indah tidur dari jam dua siang sampai malem begini.

Tapi efeknya saya jadi mengalami disorientasi waktu.
Begitu bangun saya kelabakan liat jam, mengira saya terlambat kuliah. Kemudian ibu saya menelepon dan menyadarkan saya yang (masih juga) labil ini.
Saya pengen melanjutkan tidur lagi tapi kemudian sadar perut saya bunyi krucuk-krucuk.
Ibu saya juga nanya udah makan belum. Saya bilang belum.
Ibu sampe curiga duit saya udah abis karena saya belum makan. Harusnya saya bilang aja iya biar dikirimi duit lagi. Tapi berhubung saya anak baik hati dan tidak suka berbohong, maka saya jujur aja: lagi mual-mual.
Setelah saya pikir lagi, jawaban kayak gitu justru akan menambah kecurigaan.
Jangan-jangan saya hamil....uwoooo~

PS: Saya nggak hamil, cuma mengalami dysmennorhoea
Definisi
Dysmenorrhoea adalah istilah medis untuk nyeri pada saat menstruasi. Nyeri ini biasanya terasa seperti denyutan atau kejang pada daerah di bawah area perut. Pada beberapa wanita, nyeri ini biasanya hanya terjadi sebelum atau saat menstruasi. Tetapi pada wanita lainnya dapat menjadi cukup parah untuk mempengaruhi aktivitas harian selama beberapa hari setiap bulan.


Gejala
Dysmenorrhoea memiliki tanda dan gejala antara lain :

• Rasa seperti berdenyut dan kejang pada daerah di bawah area perut
• Nyeri yang menyebar ke punggung bagian bawah dan paha

Beberapa wanita juga mengalami :

• Mual dan muntah
• Berkeringat
• Pusing

Penyebab
Pada saat menstruasi uterus berkontraksi untuk membantu mengeluarkan darah kotor. Prostaglandins yang diproduksi oleh tubuh yang menyebabkan rasa nyeri dan peradangan, memicu otot rahim berkontraksi. Kadar prostaglandins yang tinggi menyebabkan nyeri yang lebih parah. Banyak ahli percaya nyeri pada kontraksi ini dikarenakan penyempitan pembuluh darah yang menuju uterus.
Dysmenorrhoea juga dapat disebabkan oleh:
• Endometriosis. Adalah suatu penyakit di mana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim. Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut.

• Uterine fibroids. Ini adalah tumor junak yang tumbuh di dinding uterus dan menimbulkan nyeri.

• Adenomyosis. Kondisi dimana jaringan yang ada pada uterus tumbuh ke dinding otot uterus.

• Pelvic inflammatory disease (PID). Infeksi pada organ reproduksi wanita yang biasanya disebabkan oleh bakteri.

• Cervical stenosis. Pada beberapa wanita, pembukaan leher rahim mungkin sangat kecil sehingga menghambat aliran menstruasi dan menyebabkan nyeri akibat tekanan pada uterus.

sumber: KOMPAS

*aduh, saya jadi agak takut setelah baca postingan itu, semoga ini cuma sakit biasa. Amin.

Minggu, 14 November 2010

Birthday


Assalamualaikum bapak di rumah, selamat ulang tahun ya.
Terimakasih sudah menjadi seorang yang super buat saya yang tidak super, yang bahkan menghitung umur bapak tadi saja masih pakai kalkulator.
Selamat ulang tahun ke 49, my superdad!
Angka 49 itu angka yang besar.
Dan untuk mencapainya, perlu melewati 1,2,3, dan seterusnya.
Lelahkah engkau, ayahku?

Kalau begitu, tahun ini di atas kue akan ada 49 lilin.
Pasti repot meniup satu persatu.
Pakai dua lilin saja ya, yang angka 4 dan angka 9.
Bersebelahan, tersenyum satu sama lain.
Cukup dua kali tiup, bahkan mungkin malah sekali.
....fuuuh, fuuuh..
Lets make a wish.
Apa harapan bapak tahun ini?

Oh ya, tahun ini bapak merayakan ulang tahun berempat saja.
Nggak apa ya?
Dua gadismu sudah merantau.
Meniti jalan yang sudah kau bentangkan sebelumnya.
Mulai menanam jejak-jejak usaha seperti yang telah kau ajarkan.

Bapak, saya tidak tahu berapa helai uban bapak yang tumbuh hari ini.
Saya cuma tahu tiap helainya menunjukkan senyum kepada menit dan detikNya.
Saya tidak tahu apa yang musti saya kasih buat kado bapak.
Doa saja boleh ya?
Semoga bapak selalu dalam lindunganNya, amin.

Kalau saya punya pintu ajaib, saya mau pulang sebentar.
Mengucapkan selamat ulang tahun.
Cium tangan, lalu pergi lagi.
Saya nggak akan menyanyikan lagu ulang tahun.
Bapak tahu kan, saya nggak bisa nyanyi.

Kalau saya bisa titip salam sama angin, saya nitip salam sayang.

Aduh, tenggorokan saya tersumbat..
Sekali lagi, selamat ulang tahun bapakku tercinta.

Sabtu, 13 November 2010

Jika

Jika hujan itu pembawa pesan Tuhan, saya pasti akan menyempatkan diri berhenti sejenak di bawah hujan untuk mendengarkannya.

Jika di atas awan sungguh-sungguh ada sebuah negeri seperti di dongeng, saya ingin berkunjung, makan bola-bola kapas setiap hari.

Jika semua manusia tidak bisa melihat, kita berkenalan lewat bau, rasa, dan bunyi, dan lewat hati. Hei, bisakah kau mengenali hatiku?

Jika udara tidak gratis, saya mungkin akan hemat-hemat bernapas dan ngomong.

Jika saya bisa terbang, ah tidak mungkin..

Jumat, 12 November 2010

Untuk Kali Ini Saja, Jangan Ganggu Dulu (Oh ya, Baru Tahu ya Saya Egois?)

Maaf saya maunya di sini, jangan paksa-paksa ya.
Tolong tali itu dilepaskan simpulnya.
Begitu rupa, begitu rumit, kenapa dibikin segini susahnya.
Saya hadir loh, ya saya hadir. Tapi di sini, bukan di sana.
Berjalan malam-malam langkah demi langkah.
Saya tidak menghitung, cuma menggumam. Kanan kiri kanan kiri.
Maukah jarum jam berhenti. Maukah kau melambai.
Apakah padang gurun pernah terselimuti salju?

Ah, maaf ya.
Saya cuma sedang rindu dipeluk-peluk, di acak-acak rambutnya.

Kamis, 11 November 2010

Snow Dream


Lagi-lagi saya terjaga tiba-tiba.
Dengan setengah hati karena keterikatan saya yang monoton terhadap mimpi.
Monoton. Monokrom. Sama saja. Satu warna.
Tapi mereka tidak disertai bosan.
Karena saya mencintai mimpi-mimpi saya.

Saya mimpi Obama --"
Mungkin ini karena pengaruh kebanyakan nonton tivi, dimana-mana ada Obama.
Bahkan iklan tivi yang pakai Obama palsu muncul berkali-kali.
Seharian saya nungguin iklan so nice favorit saya, tapi nggak muncul-muncul.
Kasian sekali mereka jadi turun pamor tiba-tiba.

Di mimpi saya, Obama berpidato di podium, mirip kayak di kampus UI.
Tapi di luar bersalju dan kami pakai baju tebal.
Obama di Leiden.
Saya mendengarkan pidato Obama di Leiden.
Leiden.
Leiden.
Leiden.
Ya Tuhan..

Saya sungguh sangat-sangat ingin sekali bisa sekolah di sana.
Bagaimana ya?
Bagaimana ya?

Selama ini saya hanya terhubung dengan mimpi.
Mimpi yang layu saat saya membuka mata.
Yang cuma tertinggal serpih-serpihnya.
Bagaimana dong saya menyatukannya?
Bagaimana..

Rabu, 10 November 2010

You Belong With Me



If you could see that I'm the one who understands you
Been here all along so why can't you see

Baby...

You belong with me


I'm the one who makes you laugh

When you know you're about to cry

And I know your favorite songs

And you tell me about your dreams

I think I know where you belong

I think I know it's with me...


Can't you see that I'm the one who understands you

Been here all along

So why can't you see

You belong with me


Have you ever thought just maybe

You belong with me


Taylor Swift-You Belong With Me

Selasa, 09 November 2010

Grey: The crumpled grey. You



Setiap kali ada dua hal yang berlawanan.
Atau kalau tidak berlawanan, mereka berpasangan.
Namanya sisi abu-abu. Dia tak pernah jelas memposisikan dirinya.
Kadang mau putih, kadang mau hitam.
Di sini, jangan samakan hitam dengan buruk dan putih dengan baik.
Saya cuma pinjam nama mereka saja.
Hai hitam, halo putih, apa kabar?

Saya dan pikiran saya sering terjebak di zona abu-abu.
Melingkar dan berputar-putar di sana, kayak obat nyamuk bakar.
Saya ingin ke hitam, tapi saya juga ingin ke putih.
Saya tidak bisa memilih, karena kalau saya lepaskan salah satu, saya timpang.

Abu-abu kali ini sungguh pekat.
Baunya manis memualkan. Terlalu manis.
Kotak saya tidak cukup kedap untuk menyimpan manisnya.

Saya ingin sekali berbicara lagi, seperti dulu, dengan gurau dan senyum santai.
Itu putih.
Saya ingin kabur, melupakan, supaya saya lupa dan kamu nggak lagi mengganggu pikiran saya.
Itu hitam.
Saya kayak orang bodoh, senyum sebentar, bicara sebentar, lalu pergi begitu saja.
Itu abu-abu.

Ya ya ya..

Senin, 08 November 2010

Cerita Tiga Hari

06, 07, 08 November 2010

Sudah tiga hari.
Kisahnya sama-sama saja. Makanya saya cuma menulis kali ini.
Anggap saja ini cerita tiga hari.
Sungguh tidak sopan ya saya, padahal sudah janji sama diri saya sendiri untuk bercerita tiap hari, namun dilanggar juga.
Hari ini Senin dan tumben saya senang hari ini.
Hari tertawa.
Hari banyak tertawa.
Tawa di siang hari, sore, dan malam hari.
Hari berbagi cerita, hummm...

Saya percaya sekali akan kalimat: badai pasti berlalu.
Bagi saya itu mantra yang ajaib.
Asal kita mampu melewatinya, pasti badai itu bakalan jauh-jauh deh.
Kata teman saya, itu karena penerapan problem fokus pada masalah yang dihadapi.
Yah, problem sama dengan masalah. Saya memang bersahabat sekali dengan masalah.
Kami akrab bagai kepompong.

Oh iya, saya belum bercerita tentang kamu.
Tempo hari kita bertemu sekian menit, dan bertatap mata sekian detik.
Sebentar sekali ya sayang.
Kamu perlu pergi ke tempat itu, dimana ada bapak-bapak, kaca dan pohon beringin.
Tapi tidak juga tak apa.
Saya suka gerakan mengibaskan kepala itu.
Kebiasaan baru sekarang, eh?

November november, saya ingin sekali mengucapkannya keras-keras, sebelas kali, di atap rumah.

Jumat, 05 November 2010

Hei Halo

1... 2... 3... 4... 5...
Bangun tidur pagi tadi saya langsung buka pintu kamar dan celingak-celinguk, aneh banget deh.
Terus saya ingat bahwa saya seorang muslim dan harus solat subuh dulu sebelum mataharinya muncul, jadilah saya solat. Allohuakbar..

Habis itu cek hape, ada delapan pesan masuk.
Pesan yang paling menyita perhatian dateng dari ibu saya. Begini bunyinya: Mbak, di sini (Kebumen-red) hujan abu deres banget. Aktivitas diliburkan.

Reaksi saya: Oh my God..saya pingin pulaaaang :(

Saya bener-bener khawatir, apalagi saya belum bayar kostan (?).
Terus saya telpon deh ibu saya, kata ibu pantau berita terus. Katanya puncak letusan tanggal 7 nanti. Ya Alloh..adek saya kan di Jogja, apa kabar ya dia?

Sungguh saya jadi ingin pulang.
Denger-denger si hitam dari Amerika mau datang ke kampus.
Denger-denger kampus UI disterilkan.
Denger-denger mahasiswa diliburkan.
Kalau benar begitu, senangnya hatiku.

Tapi, itu baru denger-denger aja.
Saya belum tahu pastinya.
Hiks hiks..

PS:
Kabar terakhir: Jogja diliburkan, adek saya jadinya mudik, alhamdulillah..
Obama dateng, tapi mahasiswa tetap masuk, astaghfirullah..
-_____________________-